Pelajaran Bahasa

mumet bahasa

Udah hampir setahun gue merantau untuk kerja di bumi Laskar Pelangi, dan kosakata bahasa daerah sini udah lumayan banyak gue ngerti, paling gak kalo ditanya orang lokal bisa ngejawabnya.

Siang hari pas pesen makan siang bareng Aan di warung nasi Padang (awal-awal tinggal di Bangka).

Gue : Mbak pesen nasi Padang lauk ayam, dimakan disini.
Mbak Penjual : Berape ikok? (Logat Bangka medok)
Gue dan Aan : (Bengong pandang-pandangan) Ikok apaan ya?
Mbak Penjual : ..? Jadi mau pesen berapa? (Akhirnya dia pakai Bahasa Indonesia, mungkin ngerti kalo kita perantau).
Gue : Ow, dua saja Mbak.
Mbak Penjual : Aok (Iya), due ikok ok.
Aan : Dua jadi due, kayak orang Jakarte aje ye, semue-semue berubah jadi ‘E’.

Setelah mencoba menguping perbincangan orang-orang disekitar yang lagi makan, yang notabene juga orang lokal, ternyata ‘ikok’ itu semacam kata tambahan yang menekankan jumlah, seperti dua buah, dua lembar. Jadi kalo orang sini, kena tambahan ikok, kalo satu jadi sikok, due jadi due ikok, tiga jadi tige ikok dan seterusnya. Dan tadinya angka berakhiran huruf ‘A’ berubah jadi ‘E’, tapi cuma angka dua, tiga, lima aja. Satu lagi, ‘aok’ itu artinya ‘iya’ kalo orang sini bilang. Owwww..

Bahasa Bangka itu emang mirip seperti Bahasa Betawi yang rata-rata akhirannya berubah jadi ‘E’ tapi Bahasa Bangka campur logat Melayu juga, jadi ya gitu deh bahasanya. Ribetnya lagi, kalau orang sini yang tinggal lebih pelosok, bahasa daerahnya lebih rumit lagi dan susah dimengerti, apalagi kalau ngomongnya cepet banget, paling gue cuma ngeliatin sambil ndomblong, pas ditanya balik bingung mau jawab apa.

Setelah cukup mengerti Bahasa Bangka, gue coba bercakap dengan penjaga laundry.

Gue : Bang, ku nak laundry ok. (Bang, aku mau laundry ya)
Penjaga Laundry : Aok, ku timbang dulu ok. Ikak mau yang berape hari? (Iya, aku timbang dulu ya. Kamu mau yang berapa hari?)
Gue : Tige hari bai Bang, yang agak murah. Jam 9 pagi lah buka ok? (Tiga hari aja Bang. Jam 9 pagi udah buka ya?)
Penjaga Laundry : Aoklah. Tige hari agik kesini bai. (Iya. Tiga hari lagi kesini aja)

Si penjaga laundry liatin motor gue, lebih tepatnya plat nomor gue (plat AB).

Penjaga Laundry : Lho Kang, Nyogjone endi? (Medok Jawanya keluar)
Gue : Lho sampeyan seko Jowo juga to?
Penjaga Laundry : Lha iyo to, jebul podo-podo wong Jowo to..

Gue  – – – – > Ealah, sirna sudah kamus Bahasa Bangka gue. Sudah susah payah, berkeringat dan keram lidah ngomong Bahasa Bangka ternyata orang Jawa yang diajak ngobrol.

Iklan

1+3+2=5

Judulnya aneh, seaneh yang ngeblog. Itu pasti komentar sinis kalian sambil mencabik-cabik fotoku.Kalau kalian pernah menginjakkan kuliah di playgroup pasti akan merasa aneh dengan judul di atas. Bagaimana mungkin rumus penambahan 1, 3 dan 2 adalah 5. Apalagi jika kalian adalah guru Biologi, pasti akan merasa janggal dengan hal tersebut karena harusnya 9 eh 6.. Tenang, sebenarnya judulnya emang didesain seperti itu, biar terlihat aneh dan menimbulkan sebuah misteri kecil.. (Huuuu, semprooll).

Oke, Si Ireng akan menjelaskan teori rumus baru sesuai judul di atas, yang sebenarnya adalah sebuah angka yang menceritakan tentang itung2an tentang kisah cintaku.. Ciyee, preketeekk.. Ga penting ya? Ah wis ben, blog ku dewe juga kok, sak karepku to.. Wes ah malah ribut2 sendiri nih si penulis sama naratornya (podo wae).

Nah karena nggak ada yang tanya arti judulnya apa, saya minta bantuan kalian untuk pura2 bertanya yaa.. (kasihan, blog sepi). Semacam interview gitu, diawali dengan kalimat dengan font Bold dan diakhiri tanda tanya yaa.. (Penulis mulai nggak jelas).

Siap Kaptenn.. (Pura-puranya kalimat dari pembaca. Kasihan blognya nggak terkenal)

Baik mari kita mulai.. Action!!

Jadi 1 itu artinya apa Kapten? (Logat anak kecil yang pengen tau, sambil ngecot lolipop)
– 1 itu artinya lama PDKT nya nak. Lama kan? Tapi itu sudah termasuk cepet lho, sudah termasuk kelas ekstensi. Karena saya adalah termasuk murid playgroup yang cerdas jadinya bisa cepet naik kelas. (Apa hubungannya? Tapi anak kecilnya percaya).

Trus 3 itu apa Kapten?? (Logat anak kecil lagi, makin penasaran sambil gigit2 batang lolipop, lolipopnya habis)
– Nah kalau 3 itu adalah lama pacarannya, di Jokja nak, kesana kemari mencari alamat Tante Ayu Ting-ting dan Bang Au Tong-tong. Jadi 3 tahun itu kita slalu bersama, bagaikan kotoran sapi dan lalatnya, kemanapun kotoran sapi itu berada, lalat selalu menghampiri. Iyeekk..

Lha, kalo 2 itu apa Kapten? (Logat anak kecil juga, dengan pasrah sambil nelan batang lolipop, saking kelaparan)
– Nah kalau 2 itu artinya 2 tahun nak. Dua tahun pacaran jarak jauh alias Long Disten Relasionsip (anak kecilnya ndlongop). Jadi 2 tahun ini pacar kakak berganti, tadinya manusia sekarang robot. Robot genggam alias HP, ya gimana lagi jarang ketemu jadi kayak pacaran sama HP. Gitu nak, sekarang ngerti kan?

Trus, 5 tahun dari mana Kapten? (Logat anak kecil setengah keselek batang lolipop. Kasihan)
– Nah itu artinyaaa.. Kita udah 5 tahun pacaran, tanpa dihitung 1 tahun PDKT nya.. Happy 5th Anniversary, horeeeeee….

Krokk. Krokkk.. (Anak kecilnya pingsan karena nelan batang lolipop)

Setelah pingsan, anak kecil tadi dilarikan ke Rumah Sakit karena menelan batang lolipop. Miris sekali melihatnya. Akhirnya aku pun di bawa ke kantor polisi karena banyak anak-anak yang membaca blog ini sambil menirukan anak kecil pemakan batang lolipop tadi.

Sekian blog aneh saya yang singkat dan cukup jelas ini (jelas aneh), semoga cepat naik ke kelainan eh pelaminan, hayah.. Selesai. (Pembaca tercengang, bingung dan kecewa. Pukul laptop, trus banting laptop).

NB: Sampai detik ini, kabar anak kecil tadi masih belum jelas. Mari kita doakan untuk kesembuhannya. Gubraakkk!!

Pada Pencarian Kerja itu..

Hai girl, aye mau ngeblog lagi nih.. Semoge ga pada bosen ye ketemu ama aye, ya mo gimana lagi kan ini juga blog aye, jadi ya mau ga mau ya ketemu ama aye mulu. Stop,kenape logatnye pake betawi yee..

Action!!

Oke, pada postingan kali ini aku mau sharing tentang pengalaman pencarian kerja yang begitu susah di dunia ini, apalagi di akhirat. Suka duka mencari kerja, mulai dari ditendang keluar sama pemberi kerja sampai diludahi juga, aih tapi nggak separah itu juga kali. Apa aja itu? Yook kita simak liputan berikut..

#Scenario 1
Pada sebuah interview awal di perusahaan alat berat dan kebetulan pewawancaranya juga termasuk golongan kelas berat, aku diwawancara tentang masa2 kuliahku. Mulai dari pengalaman gabung organisasi kampus sampai menjual diri untuk memenuhi kebutuhan hidup aku ceritakan. Eh yang terakhir cuma bercanda. Sampai akhirnya si pewawancara, sebut saja Mr. X bertanya tentang hobi.

Mr. X : Apa hobi kamu?
Aku : Hmm, bersolek, bergincu eh bukan maksud saya bernyanyi Pak.
Mr. X : Wah coba tunjukkan bakat menyanyi kamu.. (Tiba2 suasana seperti di audisi Indonesian Idol)
Aku : Se..serius pak??

Akhirnya aku harus menyanyi sambil sempat berpikir, kalau nanti ketrima, aku bakal dijadiin guru vokal kali ya? Karena nggak ada persiapan akhirnya aku menyanyikan lagu yang lagi booming, Peterpan-Menghapus Jejakmu dan sekaligus menghapus lirikmu karena pada saat nyanyi aku lupa lirik saking groginya.

Akhirnya aku lolos pada kesempatan itu, dan tiket ke Jakarta diberikan oleh Mas Anang, ohh Alhamdulillah. Lho kok malah Indonesian Idol lagi. Yah intinya setelah tes itu aku lolos tes berikutnya, namun pada tes selanjutnya aku gagal, karena kalah berdiskusi kelompok dengan Agnes Monicah dan Ahmad Dendeng.

Kesimpulannya: Pada tes kerja ga melulu pertanyaannya tentang pengalaman kuliah atau kerja, bisa aja praktek hobimu. Mungkin jika aku hobi masak, bisa jadi langsung diminta praktek memasak seperti Master Chef. Okey, Case Closed!

#Scenario 2
Setelah berjuang 7 hari 7 malam menuju tempat interview kerja yang cukup jauh, ga ding semalam maksudnya, akhirnya kesempatan wawancara kerja siap aku jalani lagi. Namun siapa sangka ketika waktu menunjukkan jam 9 dan wawancara mulai jam 10, aku lupa satu hal. Apa itu? Aku lupa membawa baju kerja untuk interview, oh noo..

Selama menuju kota wawancara aku cuma membawa baju ganti tanpa ada kemeja. Mungkin nggak aku wawancara dengan kaos dalam? Atau aku harus belanja ke pasar membeli baju kerja? Wah nggak mungkin, waktu udah mepet. Untung saja ada teman yang selalu bisa direpotkan oleh cecunguk sepertiku. Sang teman pun meminjamiku baju. Woooee, tepuk tangann..

Tapi karena dia juga anak kos yang lagi mudik, jadi baju2nya dibawa ke kos2an, alhasil yang ada di rumahnya cuma baju batik lengan panjang dengan bahan sutera dan jika dipakai,orang2 langsung mengira aku Pak RT yang siap memberi ceramah. Tapi apa boleh buat, dari pada batal interview karena nggak ada baju, akhirnya aku pakai baju kondangan itu.

Tapi siapa sangka, wawancara yang dikepung dengan 4 sampai 5 penanya bisa berjalan lancar dan aku lolos untuk tahap berikutnya. Tapi lagi2 pada tahap selanjutnya aku gagal, mungkin karena nggak menggunakan baju kondangan lagi.

Kesimpulannya: Baju batik kondangan ternyata bisa berpengaruh juga saat interview ya, mungkin si penanya melihat kita jadi segan, mungkin dia berkata dalam hati “Wah pak RT ini sudah tua tapi masih semangat nyari kerja”, akhirnya diterima deh. Jadi buat kamu yang mau interview kerja, nggak ada salahnya pakai baju batik kondangan, jangan lupa amplop sumbangannya ya. Oke, Case closed.

#Scenario 3
Hmm, aku lupa untuk skenario 3, kita lanjut dulu ke skenario 4 saja..

#Scenario 4
Seolah ingin membuang sial karena sering gagal pada pencarian kerja sebelumnya, aku memutuskan untuk membeli baju baru untuk tes interview besoknya. Setelah mencari kesana-kemari akhirnya kudapatkan baju pilihan yang cocok untuk interview dengan motif bunga2 dan totol2 polkadot, wow unyu sekali.

Keesokan harinya dengan dandanan mlipit, rambut klimis dan parfum minyak nyong2, aku siap berangkat untuk interview kerja. Sesampainya ditempat wawancara, aku menyiapkan mental ku untuk cuap2 di depan pewawancara. Nggak lupa juga ngecek dari atas ke bawah, belahan rambut udah bener, kancing baju udah oke, dasi udah rapi, resleting celana udah ketutup, tali BH udah pas eh maksudnya tali sepatu. Tinggal semprot mulut pakai baygon pengharum mulut. Oke semangat 45, Son Goku siap melawan Pasukan Ginyu!

Pertanyaan demi pertanyaan pun mulai digencarkan, meskipun agak aneh jawabannya tapi aku mampu menjawabnya. Sampai pada pertengahan wawancara, entah karena aku terlalu fokus dengan pertanyaannya atau karena nggak terlalu memperhatikan pewawancara, aku baru sadar kalau baju yang aku pakai dengan salah satu pewawancaranya sama. Doeeeng!! Sedikit grogi, mati gaya dan agak terdiam dengan hal tersebut. ‘Waduh kenapa juga baju baru dibeli semalam bisa sama dengan baju orang itu?’ Untung saja aku tercengang cuma sebentar, setelahnya aku lancar menjawab pertanyaan. Untung bukan pertanyaan, ‘Mas semalem beli baju dimana?’ Haha, jangan2 ini bapak belinya ditempat yang sama aku beli. Tapi untunglah, entah nasib atau karena faktor baju yang sama tadi, aku lolos untuk wawancara itu dan diterima.

Kesimpulannya: Jika ada acara pertemuan, kondangan, atau wawancara seperti itu, jangan beli baju ditempat obral2 atau yang punya stok sama yang banyak, karena bisa berakibat seperti tadi. Namun jika saat wawancara sudah terlanjur pakai baju yang sama, jangan panik, tetap fokus, barang kali itu pertanda kamu akan lolos pada tes tersebut. Oke,case closed!

Oke girl, itulah akhir dari liputanku tentang tema pencarian kerja, pegimana? Lumayan kan dapat secuil pengalaman lain dibalik ‘nyari kerja’. Semoga bisa menambah wawasan dan pengalaman kalian yaa.. Aye tutup aje dah liputan kali ini, sampai ketemu lagi di liputan dan postingan blog berikutnya yee.. Yuk dada bai bai..

Nggak Lucu Lagi

Apa jadinya ketika dunia nggak disinari matahari? Mungkin masih bisa hidup, kan masih ada ramayana atau centro..

Apa jadinya kalo oksigen di bumi dah habis2an? Bisa hidup juga kan masih bisa pindah ke planet mars..

Tapi apa jadinya kalo blog ini udah mulai nggak lucu lagi? Wah pasti bakal musnah kehidupan di muka bumi ini, mars sekalian. Sulit dibayangkan akan terjadinya kekacauan karena blog ini nggak lucu lagi..

Jangan ketawa! Jangan ketawa! Aku juga ga nyuruh kalian tertawa, kan judulnya juga nggak lucu lagi.
Sumber kelucuan bukan semua dari penulis, tapi dari korban2 di sekitar penulis. Ga ada lagi kambing hitam yang bisa di masukin di posting2 baru, ga ada manusia yang bisa merubah warna kulitnya, orang dengan kepala yang menyala benderang ditengah sawah, atau gigolo2 gadungan yang hobi mencari mucikari atau sejenisnya (sumpah, aku baru kali ini denger istilah itu, tapi gausah ketawa).

Pada akhirnya akan kubuat kalian tertawa, huahahahaa.. Tunggu, jangan ketawa sekarang, nanti ada waktunya untuk tertawa sepuasnya, tapi sekarang jangan ketawa. Aku gak tau sampe kapan tulisan ini selesai, pengennya buru2 nyelesein satu postingan ini, karena dari tadi aku menulis sambil menahan kentut pengen ke toilet. Jangan ketawa, apalagi dibayangkan..

Satu jaman edan udah lewat, jaman2 koplak dengan kelucuan bersama orang koplak juga udah lewat. Tapi jaman edan berikutnya sudah siap menanti. Sudah siap kalian semuaa?? Tangan diataaass!! Bersiaplah menyongsong kelucuan lainnya, ya meskipun aku belum siap melucu juga. Huss gausah ketawa.. Ya emang gak lucu ngapain juga ketawa.

Walaupan gak lucu tapi aku masih punya semboyan, “Seorang pelawak yang bijak, gak akan ketawa sebelum lawakannya di ketawain orang. Dan juga pelawak yang bijak akan menangis ketika lawakannya gak diketawain orang. Jadi saya mohon tertawalah biar saya senang.” Hayah, semboyan macam apa ini..

Yasudahlah saya juga ga niat ngelucu kali ini, jadi ijinkanlah saya melucu pada pertemuan2 mendatang. Dan karena postingan ini semakin nggak lucu, saya cukupkan sekian postingan yang ga lucu ini, karena ga lucu juga kalau saya melucu dengan lucu-lucuan yang ga lucu yang bikin pembaca bilang kalau saya tukang lucu yang sok lucu.. (Aseli bukan kata2 dari Dagadu) Ayo ngguyuuu, ketokke mrongoseee..!!

Ah sudahlah, pada ga mau ketawa. Saya cukupkan sekian dulu postingan yang wasting time ini. Terimakasih anda tidak tertawa pada kesempatan ini. Sampai jumpa di lucu2an yang lainnya.

Jajanan Jaman Dulu

Mengisi malam minggu ini aku mau posting tentang cemilan dan jajanan jaman dulu nih. Sambil mengenang dan nostalgia masa-masa bocah dulu sambil mengingat jajanan yang sering kita jumpai dan jadi konsumsi selama sekolah. Ada nggak nih jajanan favorit kalian di episode kali ini? Kalo menurutku sih inilah jajanan yang paling sering aku temui dulu dan sering aku beli juga. Yuk kita cekidot bersama-sama.

1. Anak Mas
Jajanan yang maknyus dengan mie yang diremes terus dikasih bumbu ini emang sangat populer di jaman itu. Dulu sih harganya murah, tapi mahal juga untuk anak SD dengan uang saku jaman dulu. Mulai dari harga Rp 150 kalau nggak salah, sekarang sih udah jarang aku nemuin di warung biasa. Tapi kayaknya udah diproduksi kembali dengan kemasan yang baru.

2. Jagoan Neon
Permen favorit yang bisa bikin lidah berwarna-warni plus bonus kartu 4 jagoan, Kojak, Tomcat, Punk dan Flash.

Jaman dulu kalau ada hadiah di dalam makanan gitu jadi bikin semangat buat beli, haha. Kondisi permen Jagoan Neon saat ini masih aktif alias masih banyak ditemui di warung asal jangan warung kopi atau warung doyong aja.

3. Choyo-choyo
Nah coklat yang satu ini juga banyak banget di jaman SD dulu selain coklat2 yang lain. Dengan tambahan sendok kecil untuk ambil coklatnya udah jadi satu paket untuk jajanan ini. Sekarang sih masih ada Choyo-choyo, namun lebih sering ditemui yang plastik panjang.

4. Fuji
Jajanan mirip Taro tapi mini ini dulu sering banget aku beli, selain murah yang Cuma Rp 25 atau Rp 50 gitu, juga enak rasanya. Tapi sekarang belum pernah nemu lagi jajanan Fuji ini, tapi emang ada sih komunitas yang bikin toko jadul gitu yang isinya jajanan jadul, mungkin jajanan ini ada masih ada juga disitu.

5. Gulai Ayam
Ini dia jajanan yang berasa makan gulai ayam, yaa namanya juga jajanan Gulai Ayam. Selain enak rasanya, jajanan ini juga ada hadiahnya berupa uang lho kalo beruntung, lumayan kan bisa beli lagi kalau dapat hadiah. Beberapa waktu lalu aku nemu jajanan ini, aku pikir udah punah ternyata masih ada di warung yang ada di desa-desa, wah wah.

6. Kenji
Kenji si koboi kocak, itulah julukan maskot jajanan ini. Jajanan serupa dengan Taro ini cukup sering aku beli juga, ya karena ada hadiahnya juga sih. Emang ya, aku ini mudah tertipu dengan embel-embel hadiah, jadinya apa aja yang ada hadiahnya aku beli, wahaha.

7. Tic-tic
Cemilan bentuk stik kecil-kecil ini juga salah satu jajanan favoritku. Rasanya yang gurih-gurih bikin kepengen ngemil lagi. Sekarang masih ada nggak ya? Belum pernah ngeliat lagi warung yang jual jajanan ini.

8. Magic Pops / Permen Pletak-pletak
Permen unik ini membuatku heran waktu kecil dulu. Permennya bisa meledak di dalam mulut, jadi bikin gatel-gatel gimana gitu lidahnya. Nama permennya sih Magic Pops, cuman aku lebih sering menyebutnya permen pletak-pletak karena meledak di dalam mulut itu tadi, hehe.

9. Krip-krip
Nah ini jajanan mie goreng paling mini yang pernah ada menurutku. Dengan rasa gurih-gurihnya dan harga yang murah bisa beli banyak kalau pas jam istirahat.

10. Lidi / Biting
Makanan tanpa merk ini aku menyebutnya biting alias lidi, karena bentuknya seperti lidi. Dengan rasa pedas yang wah dan bikin ketagihan ini begitu menggoda lidah dan pengen beli lagi. Sampe-sampe pas udah habis, plastiknya pun dijilat karena bumbunya masih nempel di dalamnya. Sekarang masih banyak dijumpai juga lho jajanan ini.

11. Permen Karet Yosan
Jajanan terakhir pada posting kali ini adalah permen karet Yosan. Permen karet pipih ini juga menawarkan hadiah lho, barang siapa yang bisa ngumpulin label Yosan dari huruf Y, O, S, A dan N maka akan dapat hadiah. Tapi sampai sekarang pula aku nggak pernah dapet huruf N yang bikin penasaran itu. Eh tapi ternyata ada lho orang yang pernah dapet huruf N dari permen karet Yosan ini, hebat.

Akhirnya tuntas sudah liputan kuliner hari ini tentang jajanan jadul. Semoga liputan kali ini bisa memberikan angin segar, mengobati rindu masa bocah yang doyan jajan. Kalau kalian masih ada jajanan jadul lain yang belum ada disini, monggo silahkan disharing. Sekin dari ku, selamat bermalam minggu.

Beda Daerah Beda Tradisi

Prolog: (Liat posting date terakhir) Ha? Nggak mungkin, apa yg terjadi? Kenapa, kenapa? Kok bisa dalam satu tahun ini aku baru posting blog 2x? Kemana aja nih gue? (Tanpa salto dan tanpa bilang Wow).
Yasudahlah, gagal rencanaku untuk ngeblog seribu posting dalam setahun.

Kembali lagi gue hadir di blog yang hampir ditutup oleh Depkominfo ini, oiya Selamat Hari Raya Idul Adha 1433 Hijriah yaa, semoga dengan berkurban hati kita bisa lebih bersih, ikhlas dan teman-temannya. Sengaja nih gue posting blog di saat Lebaran Haji yang mana Idul Adha kali ini emang cukup berbeda nuansanya dengan Idul Adha tahun-tahun sebelumnya. Mulai dari penyembelihan hewan kurban sampai dengan tradisi berbeda di tanah pelancong.

Sempat terjadi negosiasi antara aku dan sapi saat akan dilakukan penyembelihan. Si sapi mencoba memberiku tawaran yang menggoda hanya agar dia terbebas untuk disembelih. Dia akan memberikan pakan ternak untukku yang ngga habis 7 turunan dan bahkan dia akan memberikan 3 anak gadisnya untukku sebagai istri. Untung pendirianku nggak goyah dan tergoda akan rayuan si sapi. Siapa yang bego, aku atau sapinya? Dikira aku ini sapi apa ya..

Ini adalah kali kedua ku Lebaran Haji tidak di kampung halaman. Namun ini adalah kali pertamaku mengalami nuansa Idul Adha yang berbeda dari sebelumnya. Kali ini aku lebaran di Pulau Bangka tepatnya di Pangkalpinang. Ternyata perayaan Idul Qurban disini bisa sampai beberapa hari dan begitu ramai, bisa dibilang mirip dengan Lebaran Idul Fitri, karena banyak orang saling berkunjung ke rumah-rumah untuk bersilaturahmi, persis seperti nuansa Idul Fitri. Kalau di Jawa dan selama aku merayakan Idul Adha, hanya menyembelih hewan kurban kemudian memasaknya, namun disini selain hal tersebut juga ada tradisi saling mengunjungi ke rumah-rumah tetangga, rekan, saudara, sehingga begitu ramai.

Namanya juga anak kos, aku memanfaatkannya juga untuk berkunjung ke rumah2 pegawai, selain bersilaturahmi juga biar bisa makan gratis, wakaka, ketahuan deh akal bulus anak kos. Namun begitulah disini, di hari pertama Idul Adha toko-toko banyak yang tutup, hampir susah mencari toko yang buka so untuk anak kos harus sedia mie instan sebelum toko tutup.

So inilah ceritaku di Idul Adha, mana ceritamu? Ternyata berbeda daerah berbeda pula tradisinya, tapi kita nikmati saja suasana ini, menambah pengalaman, cerita anak cucu dan juga posting blog, hahaha.. Yasudahlah, sekian posting blog #3 tahun ini, miris sekali. Bye

Keparnoan Gue di Malam itu

Malam itu gue cukup ngantuk dan memutuskan untuk cepat tidur sepulang dari kantor. Tidur sekitar jam 9 apa 10 bagi gue udah paling cepet, biasanya baru bisa tidur jam 11 entah karena stres ato nungguin sinetron Yusra dan Yumna selesai, ya nggaklah.

Finally gue bisa cepet tidur, namun ditengah2 mimpi indah gue yang sedang makan malam bareng Nikita Willy, tiba2 ada meteor jatuh yang menimpa meja makan gue dengan suaranya yg kenceng. Yah kalo diimplementasikan di alam nyata, yang membangunkan gue dari mimpi itu bukan meteor melainkan suara seperti plastik yang tersenggol.Perbandingannya jauh banget, suara plastik kalo di mimpi jadi suara meteor, apalagi suara meteor jatuh beneran, di mimpi bisa jadi suara Panjik minta urut kali ya.

Mulanya ga ada yang mengganggu dgn suara plastik yg membangunkan itu, setelah bangun trus gue tidur lagi. Tapi baru bentar memejamkan mata, suara plastik muncul lagi, gue bangun lagi dan mencari sumber suara plastik, tapi disekitar gue ga ada plastik. Pas gue dah bangun suaranya juga ilang, bingung jg mau cari sumber suara. Ah, bodoh amat, masih ngantuk juga, gue tidur lagi aja. Lagi2 suara itu muncul lagi, gue kebangun tapi cuma melek doang, sambil mikir itu suara berasal dari mana ya..??

Sampe akhirnya gue baru inget kalo malem tadi gue nyimpen uang dalam koper. Nah mulai dah keparnoan gue muncul. Dari beberapa dugaan gue tentang asal usul suara itu, akhirnya dugaan yang paling besar tentang sumber suara itu adalah “tuyul” yang hendak mengambil uang gue. Setiap muncul suara, gue langsung bangun biar tuh tuyul pergi , eh beneran suarnya ilang pas gue bangun.
Gue berhasil!! Akhirnya tuyulnya pergi karena gue bangun.
Eh pas mau tidur, suaranya muncul lagi. Gue bangun lagi suaranya ilang. Tidur lagi, muncul lagi, sampe akhirnya kringetan kayak orang sit up karena tidur bangun, tidur bangun. Akhirnya gue bacain mantra2 ayat kursi sambil tidur biar tuh tuyul ilang.

Begitu suara muncul, gue ga bangun tapi cuma melek sambil baca ayat kursi biar tuh tuyul kepanasan. Eh, yang ada malah suaranya ga ilang2, tambah lama malah. Buset deh ni tuyul pake walkman apa ya, sampe ga ngaruh gitu dibacain. Lanjut gue nyetel mp3 ayat Quran dari hape biar tuh tuyul pergi.
Trus gue lanjut tidur lagi. Eh suara plastiknya tetep kedengeran dan ga ilang2. Dongkol dan emosi akhirnya gue bener2 bangun dan muter2 disekitar kamar mencari lagi sumber suara. Sampe akhirnya gue menemukan dari mana asal suara itu.

Ternyata apa yg gue parnokan, takut dan bingungkan di malam itu bersumber dari plastik sampah yang dikorek2 cicak.. Sial selama beberapa waktu yg melelahkan dan mengganggu waktu tidur gue ternyata berasal pada sesuatu yang sepele. Tau gitu, gue buang plastik sampahnya dan bisa tidur lagi. Ga perlu baca ayat kursi apalagi nyetel mp3 ayat suci. Hadoh, uring2an dan menyesal, ah bodoh amat, sial bener tuh cicak. Gue lanjut tidur lagi.. Krokk krookkk

Sepengalaman dengan gue sepertinya ada beberapa orang yg pernah ngerasain hal seperti apa yg gue alami, colek si Caem.. Ada lagi??