Tips Menonton Film Horor

nonton filemDi tempat gue merantau ini emang gak ada bisokop, jadi pas gue pulang atau liburan kemana gitu, gue selalu menyempatkan buat nonton film di bioskop. Sukses tidaknya kita menonton film dibioskop, tergantung dari kesiapan dan persiapan kita sebelum nonton.

Jangan kayak gue, karena udah ga sabar nonton, begitu sampe bioskop, semua studio udah mulai, cuma 1 studio yang belum mulai dengan film yang belum gue tau. Tapi gue nekat untuk nonton dan beli tiket, liat sinopsisnya ntar2 aja. Eh pas mau nonton, begitu baca sinopsis film ternyata film horor. Damn! Senam jantung deh mau gak mau liat filmnya.

Untung menurut gue film horor yang ini gak serem2 amat, malah lebih serem  anak kecil yang duduk di sebelah gue. Anak kecil yang kayaknya masih SMP ini mulanya ketawa2 sebelum film dimulai, eh pas pertengahan film, tuh bocah mulai menunjukkan sikap yang aneh karena ketakutan. Mulai dari nutup kuping, goyang2in kaki, sampe bentur2in kepala ke sandaran kursi, dan sukses membuat gue parno sendiri kalau2 tuh bocah kesurupan setan dari film.

Buat loe yang salah pilih film kayak gue, atau emang pengen nonton film horor, gue mau ngasih tips biar loe gak terlalu takut nonton film horor, biar kesannya loe macho, keren dan pemberani, loe bisa ikutin cara2 di bawah ini.
1.    Baca sinopsisnya, kalau perlu liat cupiklannya dulu, biar loe tau waktu pas si hantu bakal muncul, jadi loe bisa persiapan sebelum si hantu muncul dengan pura-pura noleh kanan kiri, merem atau benerin tali sepatu.

2.    Mengakali salah pilih film horor (kayak gue), sebaiknya bawa cemilan yang banyak di dalam bioskop yang kira2 bisa membuat lo sibuk ngunyah, misalnya kwaci atau nasi bungkus. Perhatianpun akan terbagi antara nonton dan ngunyah, jadi kesannya horornya ga serem2 amat.

3.    Update status di jejaring sosial, atau ngechat dari hape dengan status yang bikin banyak orang komen, misal “Sial, lagi makan kwaci sambil ngupil malah upil yang gue telen” atau sejenisnya, yang intinya biar temen yang baca pada mention dan komen sehingga saat loe nonton, loe bisa sambil chatingan atau komen2an yang bisa sedikit mengalihkan kehororan film.

4.    Saat backsound horor mulai nongol, dan tandanya mau ada penampakan, loe ganti pake suara mulut dengan backsound Warkop, Tom n Jerry, atau Spongebob, pokoknya yang lucu. Dijamin kesan horor malah jadi aneh, tapi jangan kenceng2 suara mulutnya tar loe malah digebukin penonton satu studio.

5.    Nah kalau tips yang terakhir ini adalah tips darurat yang artinya loe udah bener2 ga tahan dengan alur cerita yang semakin horor. Jadi selama filmnya diputer, loe pake earphone sambil merem kalo perlu tidur sekalian. Rugi tiket iya, tapi loe gak bakalan ketakutan. Ada lagi tips lain yaitu loe ijin ke toliet bentar karena udah kebelet, padahal buat nenangin pikiran yang stres karena nonton horor. Kalau udah berani lagi, baru balik ke studio. Nah kalau tetep gak kuat mending lambaikan tangan ke arah kamera dan gak usah balik lagi ke studio.

Sekian tips dari gue, semoga bisa berguna buat loe yang mau nonton film horor.  Nantikan tips gue lainnya kalau tips gue yang tadi belum berhasil juga.

Iklan

The Merantama Plus

Setahun lebih gue udah gak ngeblog, lama bingit sampe kaku jari2nya buat ngetik postingan. Dan udah setahun ini juga gue dipindah kerja ke tempat yang lebih ‘plosok’ di Koba. Mesti ditempuh dari tempat kerja yang lama selama 50 menit, ga lama sih tapi secara jarak cukup jauh cin, 58 km. Secara dengan jarak hampir 60 km dari Pangkalpinang ke Koba cuma ngabisin waktu 50 menit, lha jalannya sepi dan lancar, maklum jalanan kesana ga terlalu rame kayak di kota2 besar.

Sehari2 gue menuju tempat kerja yang baru ini via mobil L300 buluk, orang sini sih nyebutnya travel atau angkot. Saben harinya musti berangkat pagi2 ke tempat ngetem angkot2 ini. Pernah sih beberapa kali bawa motor ke Koba, tapi emang mending naek angkot sih biar bisa save tenaga juga.

Dari angkot2 yang sering gue tumpangin ini masing2 sopirnya punya karakter yang berbeda dalam pembawaannya. Gue kelompokkan sopir2 angkot ini ke dalam sebuah grup bernama The Merantama Plus, karena mereka berasal dari perusahaan angkot yang bernama Merantama dan perusahaan angkot lainnya. So, inilah karakter masing2 sopir tersebut.

1. Mr. Papa Bakabon
20131119_073738Anggota The Merantama Plus yang pertama ini gue namakan Mr. Papa Bakabon. Gue sebut seperti itu karena tiap liat wajahnya gue jadi inget film kartun Bakabon, dimana bapaknya Bakabon mirip dengan sopir yang satu ini. Mr. Papa Bakabon ini kalau bawa angkot ga terlalu ngebut, tapi dari segi kedisiplinan men-deliver penumpangnya masih kurang, pasti muter2 dulu buat nyari penumpang biar angkotnya penuh. Gue jarang numpang angkot Mr. Papa Bakabon ini, mungkin karena dia jarang terlihat karena terlalu lama mencari penumpang kali ya. Penilaian gue tentang sopir ini untuk kedisiplinan nilai 60, speed nilai 70, comfortable nilai 70, kegilaan mengendarai nilai 60.

 

2. Pak Tua (The old man)
DSC02124Personil kedua, Pak Tua, seperti namanya, sopir angkot yang satu ini adalah yang paling tua diantara personil band sopir lainnya, tentunya dengan wajah tuanya. Namun jangan salah, meski dia paling tua namun dari segi kecepatan mengendarainya cukup kencang dan sedikit ngawur, namun masih dalam batas yang aman. Nah kalau kekurangannya ada pada segi kenyamanan, karena Pak Tua ini sering memaksakan tumpangan melebihi batas, seharusnya kursi paling belakang untuk 3 orang namun diisi 4 orang, alhasil keluar dari angkot sesak nafas dan kram. Gue cukup sering naek angkot Pak Tua ini, dan cukup sering juga terjebak pada situasi 3 kursi untuk 4 orang tadi, sesek sesek dah, apalagi kalau sebelah badannya besar2. Penilaian gue untuk Pak Tua dari segi kedisiplinan nilai 70, speed nilai 75, comfortable nilai 58,5, kegilaan mengendarai nilai 65.

 

3. Si Koboi
Si KoboiSopir yang satu ini sering memakai topi koboi dalam keseharian mengendarai angkotnya, maka dari itu gue namakan dia Si Koboi. Dari segi kedisiplinannya dan men-deliver penumpangnya, Si Koboi cukup bagus, selalu pada antrian ngetem nomor satu sehingga paling sering gue tumpangi angkotnya. Namun untuk pengaturan kecepatan dan pengendalian mobil, Si Koboi kurang bagus karena laju angkot yang cepat tidak diimbangi dengan pengereman yang pas sehingga sering ngerem mendadak dan berakibat terbangun kaget saat tertidur di angkot. Nah untuk penilaiannya, dari segi kedisiplinan gue kasih nilai 85, speed nilai 82, comfortable nilai 80, kegilaan mengendarai nilai 70.

 

4. The Baby Face
DSC02108Dari personil lainnya, dia yang paling muda, bisa dibilang masih bocah atau mungkin karena wajahnya yang baby face tadi. Si Baby Face ini adalah satu2nya sopir yang bukan berasal dari perusahaan Merantama, itulah alasannya kenapa grup ini gue beri nama Plus dibelakangnya. Angkotnya pun berbeda dari yg lainnya, berwarna hijau dan lebih mungil ketimbang angkot lainnya. Kayak pepatah kecil-kecil cabe rawit, Si Baby Face ini kalo ngendarain angkot lumayan kenceng dan agak ngawur, mungkin karena masih ababil kali ya, jadi ga yakin Si Baby Face ini udah punya SIM belum ya. Namun dari segi kedisiplinannya, Si Baby Face cukup bagus dan jujur, perlu dicontoh nih buat sopir lainnya. Penilaian gue untuk Si Baby Face, kedisiplinan nilai 80, speed nilai 86, comfortable 70, kegilaan mengendarai 75.

 

5. Si Gila (Crazy Driver)
20131118_072316 The last personil, inilah dia Si Gila. Dari namanya saja sudah jelas gila sopir ini. Dengan klakson angkot yang berbunyi seperti klakson kereta kelinci, Si Gila ini terus2an pencet berkali2 tiap didepannya ada kendaraan. Meskipun umur Si Gila ini juga udah tua, laju kendaraannya pun ga kalah dengan mobil F1 di sirkuit, gue dan penumpang lainnya dibuat jantungan di dalam angkot. Mau jalanan menanjak atau menurun, Si Gila tetap pede dengan kecepatannya. Jika sudah sampai ke tujuan gue langsung sujud syukur dan guling2 saking senengnya. Kalo ga terpaksa, gue ga naik angkot Si Gila ini saking horornya. So untuk penilaiannya, dari kedisiplina gue nilai 80, speed nilai 93, comfortable 75, kegilaan mengendarai 98, super sekali.

Yes, I finished. Itulah tadi postingan gue tentang The Merantama Plus. Jadi pemenang untuk sopir paling gila tentu saja dan sudah pasti diraih oleh Si Gila. Manakah sopir favorit anda? Monggo dipilih sendiri.

Sekian posting blog kali ini, setelah setahun lebih vacuum. Ketemu lagi dipostingan selanjutnya. Chaoo..

Si Boss Gue Ituh…

MSB Mbak Kerani Boss gue itu mungkin bisa dikatakan mirip dengan boss yang diceritain Mbak Kerani di buku MSB-nya. Yah, meskipun sifatnya gak separah dengan Big Boss Mbak Kerani, tapi setidaknya Boss gue mirip dengan gambar ilustrasi di bukunya. Yang bedain cuma warna rambut dan kumisnya yang memutih. Kalau badan masih mirip lah, gemuk dan bulet kayak atlet sumo.

Boss gue, sebut saja Pak Boss, terkenal dengan pertanyaan nylenehnya ketika ada di dalam forum. Mulai dari pertanyaan yang sepele, sampai lawakan konyolnya. Selain itu, Pak Boss juga termasuk orang yang super pede. Saking pedenya, bikin orang-orang disekitarnya geleng-geleng kepala. Untung gak sampai kejang-kejang.

Kepedean yang sering Pak Boss tunjukkan adalah ketika karaokean.
Kantor gue kebetulan ada mesin karaoke di ruang aula, dan sering dipake pegawai kalau udah sore dan gak ada kerjaan. Nah, Pak Boss ini juga gak mau kalah, ikutan karaoke dengan lagu andalan, ‘Ayah’ yang dipopulerkan Rinto Harahap. Tiap kali Pak Boss nyanyi, yang terjadi adalah peserta karaoke lainnya nahan ketawa. Pak Boss ini, kalau nyanyi temponya ga pernah pas, harusnya udah sampai angka 5, dia baru sampai angka 1. Jadi ya gitu deh, tapi karena Pak Boss super pede, dia lanjutin tuh lagu sampai bubar, malah diulang lagi dengan lagu yang sama. (Peserta karaoke lainnya pada mimisan di kuping).

Selain kedua hal tadi, Pak Boss sifatnya kadang kayak anak kecil.
Udah beberapa minggu ini, kantor gue ngadain kajian Quran tiap Selasa sore. Sore kemarin adalah kajian Quran yang kesekian kalinya. Di kajian Quran tersebut, ada sesi dimana yang dateng dites baca huruf arab yang udah diajarin. Si Ustadz memanggil satu-satu nama dari pegawai yang dateng, trus dipandu untuk membaca huruf-huruf arab.

Si Ustadz manggilnya urut dari daftar absensi pegawai yang dateng. Setelah 1 kali putaran semua pegawai yang dating dipanggil, ada yang aneh dan mengganjal. Pak Boss kok gak dipanggil-panggil? Pada putaran kedua, barulah Pak Ustadz sadar, kalau Pak Boss belum dipanggil untuk baca huruf arab. Setelah dicek di daftar absensi, ternyata Pak Boss gak ngisiin namanya di situ. Sengaja kali ya biar gak dipanggil buat baca. (Pegawai lainnya pada ketawa guling-guling).

Ealah Pak Boss, segitunya banget pake gak nulis nama biar gak dipanggil. Pake trik lainnya dong, pas giliran disuruh baca, bilang aja perutnya mules mau ke toliet, atau lidahnya tiba-tiba keseleo gitu. Beres kan..?

Catatan Akhir Kuliah

Setelah menunggu waktu yang cukup lama, akhirnya Kaptenireng House Production merilis film terbarunya yang berjudul Babi Ngesot, dan bisa anda saksikan di layar tancep terdekat.

Film pendek bergenre horor pembunuhan campur komedi dangdut ini bercerita tentang rutinitas kehidupan remaja masa lalu di kampus, kos dan sekitarnya. Dibintangi oleh aktor kartun Yoppi sebagai Joni, Panji sebagai Jarwo, Taufik sebagai Didi dan aktor legendaris Helmi sebagai Kibil, serta pemain figuran lainnya yang berakting lebih baik dari pada aktor-aktor tadi.

Mau tau akhir ceritanya? Langsung saja saksikan film yg brakhir tragis ini,karena sutradara kehabisan stok pemain, dana, dan makanan. Saksikan juga sequel ke 2,3 dan 4 yg berlanjut setelah ini film pendek pertama.


#Catatan Akhir Kuliah Part 1 – I’m Me

Sutradara mengusung judul I’m Me untuk menekankan kisah seorang mahasiswa yang ingin menjadi dirinya sendiri. Diwarnai dengan cerita persahabatan, kuliah dan pencarian cintanya. Tapi belum 100% selesai pembuatannya, sutradara mengalami pailit sehingga jadilah film seperti ini.


#Catatan Akhir Kuliah Part 2 – Si Panji Loro

Berlanjut pada bagian kedua, mengisahkan seorang Panji mantan gigolo yang mengalami musibah. Maka dari itu kami dan teman-teman mendedikasikan dokumen wawancara berikut spesial untuk Panji Tapen.


#Catatan Akhir Kuliah Part 3 – Kuliahan

Inilah film documenter kuliahan sebenarnya, mengupas tuntas sampai ke akar-akarnya dari hasil investigasi dan wawancara kepada mahasiswa-mahasiswi pecinta kampus. Ada gak kalian disini?


#Catatan Akhir Kuliah Part 4 – Dibuang Sayang

Masuk pada bagian terakhir, kami akan menyuguhkan pemirsa sekalian kesalahan-kesalahan yang terjadi selama hidup ini, maksudnya selama pembuatan film ini, semoga bisa membuat anda tertawa.

.
Finally, itulah tadi film documenter singkat yang bisa saya dan teman-teman lain berikan. Sebenernya sih masih banyak hal-hal lain yang belum ada di film tadi. Tapi semoga yang singkat tadi bisa bermanfaat dan mempererat tali silaturahmi kita yang sudah terpencar ke seluruh tanah Indonesia, halah. Silahkan teman-teman bagikan kepada teman-teman lain yang belum menyaksikan (sekalian promosi blog :D).

Salam olahraga!

Idola Baru Tahun 2013

Beberapa minggu yang lalu gue dapet sms dari sepupu gue yg masih unyu karena baru lulus SD. Namanya Hafidz tapi biasa dipanggil Apit, badannya agak gendut tapi kesininya udah gak begitu gendut, seiring beban pelajaran di sekolahnya yang makin berat.

Menjelang malam ada bunyi sms masuk di hape gue. Pas gue liat ternyata dari Si Apit Kopat Kapit.

Apit: Mas,tanggal lahirmu pira (EYD bahasa Jawa tapi lupa ngasih tanda tanya)
Gue: 16 Februari, kenopo emange? (Gak gue cantumin tahun,biar dikira masih muda)
Apit: Tahun pira (Sial,tanya tahun juga dia. Lagi-lagi tanpa tanda tanya)
Gue: 87. Kenopo emange? (Gue tanya kenapa,tapi gak dijawab-jawab)
Apit: 1987? (Akhirnya dia pake tanda tanya. Yaiyalah 1987,masak 1887 atau 1787, udah berapa abad tuh umur gue).
Gue: Iyo, 1987 (Buat apa ni bocah tanya tanggal lahir,tau aja kalo gue mau ulang taun. Kali aja gue mau dikasih sureprise).
Selesai sudah penderitaan gue, diinterogasi sama anak kecil. Eh, belum. Setelah itu,dia kirim sms lagi.

Apit: Mas, riwayat pendidikanmu opo (Lha opo meneh iki, kok pake riwayat pendidikan, lama-lama riwayat kriminal juga)
Gue: S1 Teknik Perburuan Hantu
Apit: Maksude TK, SD, SMP, SMA (Salah lagi deh gue)
Gue: TK Al Ghoib, SDN Tasbih Malaikat, SMPN Kurungan Setan, SMAN Cahaya Terang.

Gue tungguin balesan, tapi gak ada balesan lagi setelah itu. Gue masih mikir,buat apa dia tanya kayak gitu,tapi yaudahlah gue lanjut nonton tivi.

Selang beberapa menit, gue dapet telpon dari ibu. Ngobrol-ngobrol bentar trus ibu tanya sama gue.

Ibu: Tadi Si Apit sms kamu?
Gue: (Nah kesempatan,gue pengen tau kenapa dia sms) Iya bu,lha emang ada apa to?

Akhirnya ibu crita panjang lebar seluas lapangan bola, si Apit ada tugas dari sekolahnya disuruh membuat tokoh idola lengkap dengan latar belakang dan mengapa mengidolakannya.

Gue – – – – > Semaput. Bangun-bangun langsung update status, ada yang mengidolakan gue. Gue akan masuk di buku pelajaran anak2 sebagai idola anak2 tahun 2013.
Tapi masih aneh aja,ada-ada tuh bocah sampe mengidolakan gue. Tapi kayaknya si Apit akan menyesal kelak mengidolakan gue, lha dia masih bocah umbelen,jadi belum tau apa-apa. Sementara itu, ditempat lain terjadi percakapan antara Apit dan ibunya.
Ibu Apit: Serious? You choose your cousin to be your idol? How if your teacher doesn’t allow it?
Apit: Yaa, kalo ga boleh,nanti aku ganti jadi Pak Jokowi.

Gue – – – – > Wah idola tahun ini, Jokowi ada diurutan nomor 2 setelah gue.

Apit Kopat Kapit
inilah Si Apit, Si Penunggu Gunung Merapi.

Pada Pencarian Kerja itu..

Hai girl, aye mau ngeblog lagi nih.. Semoge ga pada bosen ye ketemu ama aye, ya mo gimana lagi kan ini juga blog aye, jadi ya mau ga mau ya ketemu ama aye mulu. Stop,kenape logatnye pake betawi yee..

Action!!

Oke, pada postingan kali ini aku mau sharing tentang pengalaman pencarian kerja yang begitu susah di dunia ini, apalagi di akhirat. Suka duka mencari kerja, mulai dari ditendang keluar sama pemberi kerja sampai diludahi juga, aih tapi nggak separah itu juga kali. Apa aja itu? Yook kita simak liputan berikut..

#Scenario 1
Pada sebuah interview awal di perusahaan alat berat dan kebetulan pewawancaranya juga termasuk golongan kelas berat, aku diwawancara tentang masa2 kuliahku. Mulai dari pengalaman gabung organisasi kampus sampai menjual diri untuk memenuhi kebutuhan hidup aku ceritakan. Eh yang terakhir cuma bercanda. Sampai akhirnya si pewawancara, sebut saja Mr. X bertanya tentang hobi.

Mr. X : Apa hobi kamu?
Aku : Hmm, bersolek, bergincu eh bukan maksud saya bernyanyi Pak.
Mr. X : Wah coba tunjukkan bakat menyanyi kamu.. (Tiba2 suasana seperti di audisi Indonesian Idol)
Aku : Se..serius pak??

Akhirnya aku harus menyanyi sambil sempat berpikir, kalau nanti ketrima, aku bakal dijadiin guru vokal kali ya? Karena nggak ada persiapan akhirnya aku menyanyikan lagu yang lagi booming, Peterpan-Menghapus Jejakmu dan sekaligus menghapus lirikmu karena pada saat nyanyi aku lupa lirik saking groginya.

Akhirnya aku lolos pada kesempatan itu, dan tiket ke Jakarta diberikan oleh Mas Anang, ohh Alhamdulillah. Lho kok malah Indonesian Idol lagi. Yah intinya setelah tes itu aku lolos tes berikutnya, namun pada tes selanjutnya aku gagal, karena kalah berdiskusi kelompok dengan Agnes Monicah dan Ahmad Dendeng.

Kesimpulannya: Pada tes kerja ga melulu pertanyaannya tentang pengalaman kuliah atau kerja, bisa aja praktek hobimu. Mungkin jika aku hobi masak, bisa jadi langsung diminta praktek memasak seperti Master Chef. Okey, Case Closed!

#Scenario 2
Setelah berjuang 7 hari 7 malam menuju tempat interview kerja yang cukup jauh, ga ding semalam maksudnya, akhirnya kesempatan wawancara kerja siap aku jalani lagi. Namun siapa sangka ketika waktu menunjukkan jam 9 dan wawancara mulai jam 10, aku lupa satu hal. Apa itu? Aku lupa membawa baju kerja untuk interview, oh noo..

Selama menuju kota wawancara aku cuma membawa baju ganti tanpa ada kemeja. Mungkin nggak aku wawancara dengan kaos dalam? Atau aku harus belanja ke pasar membeli baju kerja? Wah nggak mungkin, waktu udah mepet. Untung saja ada teman yang selalu bisa direpotkan oleh cecunguk sepertiku. Sang teman pun meminjamiku baju. Woooee, tepuk tangann..

Tapi karena dia juga anak kos yang lagi mudik, jadi baju2nya dibawa ke kos2an, alhasil yang ada di rumahnya cuma baju batik lengan panjang dengan bahan sutera dan jika dipakai,orang2 langsung mengira aku Pak RT yang siap memberi ceramah. Tapi apa boleh buat, dari pada batal interview karena nggak ada baju, akhirnya aku pakai baju kondangan itu.

Tapi siapa sangka, wawancara yang dikepung dengan 4 sampai 5 penanya bisa berjalan lancar dan aku lolos untuk tahap berikutnya. Tapi lagi2 pada tahap selanjutnya aku gagal, mungkin karena nggak menggunakan baju kondangan lagi.

Kesimpulannya: Baju batik kondangan ternyata bisa berpengaruh juga saat interview ya, mungkin si penanya melihat kita jadi segan, mungkin dia berkata dalam hati “Wah pak RT ini sudah tua tapi masih semangat nyari kerja”, akhirnya diterima deh. Jadi buat kamu yang mau interview kerja, nggak ada salahnya pakai baju batik kondangan, jangan lupa amplop sumbangannya ya. Oke, Case closed.

#Scenario 3
Hmm, aku lupa untuk skenario 3, kita lanjut dulu ke skenario 4 saja..

#Scenario 4
Seolah ingin membuang sial karena sering gagal pada pencarian kerja sebelumnya, aku memutuskan untuk membeli baju baru untuk tes interview besoknya. Setelah mencari kesana-kemari akhirnya kudapatkan baju pilihan yang cocok untuk interview dengan motif bunga2 dan totol2 polkadot, wow unyu sekali.

Keesokan harinya dengan dandanan mlipit, rambut klimis dan parfum minyak nyong2, aku siap berangkat untuk interview kerja. Sesampainya ditempat wawancara, aku menyiapkan mental ku untuk cuap2 di depan pewawancara. Nggak lupa juga ngecek dari atas ke bawah, belahan rambut udah bener, kancing baju udah oke, dasi udah rapi, resleting celana udah ketutup, tali BH udah pas eh maksudnya tali sepatu. Tinggal semprot mulut pakai baygon pengharum mulut. Oke semangat 45, Son Goku siap melawan Pasukan Ginyu!

Pertanyaan demi pertanyaan pun mulai digencarkan, meskipun agak aneh jawabannya tapi aku mampu menjawabnya. Sampai pada pertengahan wawancara, entah karena aku terlalu fokus dengan pertanyaannya atau karena nggak terlalu memperhatikan pewawancara, aku baru sadar kalau baju yang aku pakai dengan salah satu pewawancaranya sama. Doeeeng!! Sedikit grogi, mati gaya dan agak terdiam dengan hal tersebut. ‘Waduh kenapa juga baju baru dibeli semalam bisa sama dengan baju orang itu?’ Untung saja aku tercengang cuma sebentar, setelahnya aku lancar menjawab pertanyaan. Untung bukan pertanyaan, ‘Mas semalem beli baju dimana?’ Haha, jangan2 ini bapak belinya ditempat yang sama aku beli. Tapi untunglah, entah nasib atau karena faktor baju yang sama tadi, aku lolos untuk wawancara itu dan diterima.

Kesimpulannya: Jika ada acara pertemuan, kondangan, atau wawancara seperti itu, jangan beli baju ditempat obral2 atau yang punya stok sama yang banyak, karena bisa berakibat seperti tadi. Namun jika saat wawancara sudah terlanjur pakai baju yang sama, jangan panik, tetap fokus, barang kali itu pertanda kamu akan lolos pada tes tersebut. Oke,case closed!

Oke girl, itulah akhir dari liputanku tentang tema pencarian kerja, pegimana? Lumayan kan dapat secuil pengalaman lain dibalik ‘nyari kerja’. Semoga bisa menambah wawasan dan pengalaman kalian yaa.. Aye tutup aje dah liputan kali ini, sampai ketemu lagi di liputan dan postingan blog berikutnya yee.. Yuk dada bai bai..

Beda Daerah Beda Tradisi

Prolog: (Liat posting date terakhir) Ha? Nggak mungkin, apa yg terjadi? Kenapa, kenapa? Kok bisa dalam satu tahun ini aku baru posting blog 2x? Kemana aja nih gue? (Tanpa salto dan tanpa bilang Wow).
Yasudahlah, gagal rencanaku untuk ngeblog seribu posting dalam setahun.

Kembali lagi gue hadir di blog yang hampir ditutup oleh Depkominfo ini, oiya Selamat Hari Raya Idul Adha 1433 Hijriah yaa, semoga dengan berkurban hati kita bisa lebih bersih, ikhlas dan teman-temannya. Sengaja nih gue posting blog di saat Lebaran Haji yang mana Idul Adha kali ini emang cukup berbeda nuansanya dengan Idul Adha tahun-tahun sebelumnya. Mulai dari penyembelihan hewan kurban sampai dengan tradisi berbeda di tanah pelancong.

Sempat terjadi negosiasi antara aku dan sapi saat akan dilakukan penyembelihan. Si sapi mencoba memberiku tawaran yang menggoda hanya agar dia terbebas untuk disembelih. Dia akan memberikan pakan ternak untukku yang ngga habis 7 turunan dan bahkan dia akan memberikan 3 anak gadisnya untukku sebagai istri. Untung pendirianku nggak goyah dan tergoda akan rayuan si sapi. Siapa yang bego, aku atau sapinya? Dikira aku ini sapi apa ya..

Ini adalah kali kedua ku Lebaran Haji tidak di kampung halaman. Namun ini adalah kali pertamaku mengalami nuansa Idul Adha yang berbeda dari sebelumnya. Kali ini aku lebaran di Pulau Bangka tepatnya di Pangkalpinang. Ternyata perayaan Idul Qurban disini bisa sampai beberapa hari dan begitu ramai, bisa dibilang mirip dengan Lebaran Idul Fitri, karena banyak orang saling berkunjung ke rumah-rumah untuk bersilaturahmi, persis seperti nuansa Idul Fitri. Kalau di Jawa dan selama aku merayakan Idul Adha, hanya menyembelih hewan kurban kemudian memasaknya, namun disini selain hal tersebut juga ada tradisi saling mengunjungi ke rumah-rumah tetangga, rekan, saudara, sehingga begitu ramai.

Namanya juga anak kos, aku memanfaatkannya juga untuk berkunjung ke rumah2 pegawai, selain bersilaturahmi juga biar bisa makan gratis, wakaka, ketahuan deh akal bulus anak kos. Namun begitulah disini, di hari pertama Idul Adha toko-toko banyak yang tutup, hampir susah mencari toko yang buka so untuk anak kos harus sedia mie instan sebelum toko tutup.

So inilah ceritaku di Idul Adha, mana ceritamu? Ternyata berbeda daerah berbeda pula tradisinya, tapi kita nikmati saja suasana ini, menambah pengalaman, cerita anak cucu dan juga posting blog, hahaha.. Yasudahlah, sekian posting blog #3 tahun ini, miris sekali. Bye