Selamat Jalan Mbah Putri..

Pangkalpinang, Sabtu 10 Mei 2014, jam 14.00 WIB..
Selesai ambil wudlu mau Sholat Dhuhur, Si Ibu telepon di hape ku. Gak lama ngobrol, Ibu ngasih informasi kalau baru saja dapat kabar, simbah putri meninggal. Ibu kandung dari Bapak telah tutup usia.

Innalillahi wa inaillahi rojiun.. Aku yg notabene telepon ibu sambil berkaca seperti gak percaya, bukan karena melihat wajahku yg tambah ireng, tapi karena kabar tsb. Memamg sih mbah putri akhir2 ini kondisinya tambah sakit, meskipun sempat membaik namun badannya udah semakin kurus dan mudah lupa. Wajar ajalah simbah udah sepuh dengan usia yg alhamdulilllah bisa mencapai 107 tahun, sebuah usia yg cukup panjang untuk anak manusia sekarang ini.

aku dan mbah putriSaat itu juga akhirnya aku putuskan untuk pulang ke Klaten dan berharap masih dapat tiket karena penerbangan terakhir sekitar 60-90 menit lagi. Untungnya ada Si Beni, anak Semarang yang lagi main ke kosan, barengan dia langsung meluncur ke bandara untuk beli tiket goshow. Setelah dibandara, untungnya masih kebagian tiket meskipun harganya udah naik lagi, tapi syukurlah  masih bisa pulang ke Klaten via Solo dengan waktu yang super mandadak untuk melihat terakhir kalinya mbah putri.

ibu dan mbah putriAku mungkin gak bisa sampai sekarang ini tanpa doa dan restu dari mbah putri. Kadang berpikir, kalaupun bisa kerja mapan tapi jauh gini namun pas beliau wafat aku gak bisa melihat untuk yang terakhir kalinya, pasti nanti akan menyesal dan merasa bersalah. Itu pula lah yg memantapkan tekad untuk pulang ke Klaten dan alhamdulillah diberikan kemudahan meski waktunya mepet.

Jam 8 malam akhirnya aku sampai di Klaten setelah di jemput Om Nano dan keluarganya. Sesampainya disana sudah banyak keluarga dan tetangga yang berkumpul, syukurlah aku bisa berada disana disaat-saat seperti ini. Sebelum aku menyolatkan mbah putri bersama pelayat yang baru datang, aku diperlihatkan wajah mbah putri yang sudah berselimut kain kafan, wajah beliau tampak putih dan bersih. Sedih memang harus kehilangan mbah putri, meskipun sudah cukup ikhlas dan mungkin itulah yg waktu yg tepat mbah putri untuk kembali ke sisi Allah. Mungkin nanti pas lebaran gak ada yg bisa dibecandain saat sungkeman, ga ada lagi pamit saat akan pergi dengan wejangan dan doa beliau, tapi pastinya apa yg telah beliau berikan gak akan pernah terlupakan. Sekarang mbah putri sekarang udah tenang disana, terimakasih banyak atas semua doa mbah putri sehingga kami anak cucu bisa sukses dengan apa yang kami impikan.

bareng mbah putriMbah putri itu tipe pekerja keras, meskipun sudah sepuh tapi tangan dan kakinya masih selalu ingin bekerja walau cuma mencari kayu kering atau membersihkan halaman. Tapi karena mbah putri yang selalu ingin mencari kesibukan dan sudah sepuh juga, mbah putri pernah jatuh saat beraktivitas, dan itu pulalah yg membuat mbah putri sebelum wafat cuma bisa tiduran karena luka pada tulang belakangnya karena jatuh. Setahun yang lalu sempat mbah putri saat di rumah Jogja, naik ke rumah lantai atas sendirian. Itupun kami tidak tahu kalau beliau naik ke atas, kami taunya setelah beliau cerita, tapi syukurlah tidak kenapa-kenapa.

Minggu pagi pelayat semakin banyak berdatangan, mbah putri rencananya akan dimakamkan ba’da Dzuhur. bareng mbah putriSekitar jam 1 siang setelah menunggu Budhe yang baru datang dari Tanjung Pinang, jenazah mbah putri akan dimakamkan dipemakaman kurang lebih 400 meter dari rumah mbah putri. Meskipun dalam hati agak menyesal karena jauhnya tempat kerjaku sehingga gak bisa sering nengok mbah putri saat sakit, tapi setidaknya aku bisa mengantarkan jenazah mbah putri sampai ke tempat peristirahatan terakhirnya. Mbah putri yang saat sakit dirawat di rumah Budhe, memang sering menanyakan cucu2nya saat Bapak dan Ibu menengoknya.

Sekarang kami yg masih disini hanya bisa mengirimkan doa semoga mbah putri mendapat tempat yg terbaik disisi Allah, dilapangkan kuburnya, diberi ketenangan dan dijauhkan dari api neraka, amin ya robbal alamin.. Selamat jalan Mbah Putri Mariyem Abdul Majid, maafkan kami jika belum bisa memenuhi keinginan2 mbah putri selama bersama kami. Kenangan saat bersama mbah putri dan nasihat2 mbah putri gak akan pernah terlupa dan kami lupakan. Allahummagfir lahaa warhamhaa wa’afihaa wa’fuanhaa.. Ya Allah ampunilah dia, rahmatilah dia, maafkanlah dia dan ampunilah kesalahannya.. Khusnul khotimah nggih mbah 😦 :*

Ibu

Kamu inget gak, siapa orang yang pertama kali akan mengusap air matamu ketika kamu menangis waktu kecil dulu? Membersihkan lukamu saat terjatuh dari sepeda. Yang selalu mendorong kamu untuk berani dalam menghadapi segala hal. Yang selalu setia tanpa mengeluh membawamu saat kamu masih di dalam kandungan. Merawat penuh kasih sayang yang tiada akan terganti oleh apapun itu. Dia adalah ‘ibu’, seseorang yang begitu berperan dan berarti dalam hidup kita.

Wah2, opening postingan yang begitu dalam, menggugah dan trenyuh, apalagi sambil memberi latar suara lagu dari Ungu yang berjudul ‘Doa untuk Ibu’. Pas banget, dijamin berkaca2 matanya saat membacanya, apalagi sambil ngupas bawang merah, bisa nangis gak ketulungan.

Yap, pada postingan kali ini aku akan menulis tentang sosok yang begitu dekat dengan kita, Ibu. Mumpung sekarang adalah hari ibu, 22 Desember 2011, jadi tepat sekali untuk bercuap-cuap tentang emak, simbok, bunda, mama, biyung, ibu atau sebutan kasih sayang lainnya untuk ibu kita. Maaf postingan kali ini sedikit mellow dan terbawa suasana bawang merah.

Rasanya banyak benget yang belum bisa aku berikan untuk membahagiakan ibu, banyak kenakalan yang aku lakukan disaat kecil dulu, begitu merepotkan dengan permintaan ini itu dan hal-hal lainnya. Tapi aku percaya, ibu gak pernah sedikitpun mengeluh, kesal ataupun lelah dalam merawat anaknya, sekalipun anak itu begitu nakal. Itulah kasih sayang ibu, tidak pilih kasih, tulus memberikannya dan hal itu gak akan bisa terganti oleh apapun juga, ibarat sinar mentari  yang menerangi dunia, tidak mengharapkan kembali dan ikhlas memberinya. Sebisa mungkin aku akan memberikan semua yang terbaik untuk ibu, berbakti kepada ibu dan yang pasti akan selalu membahagiakan ibu dalam keadaan apapun.

Dan kita semua harus bersyukur masih bersama ibu kita, karena banyak di sana saudara2 kita yang sudah ditinggal ibunya, tidak bisa memberikan kebahagiaan kepada ibu secara langsung. Kita di sini masih ada waktu untuk membahagiakan ibu kita. Wujud untuk membahagiakan memang tidak harus memberikan sebuah mobil mewah, uang yang berlimpah, atau rumah megah. Mungkin sebuah ucapan hari ibu saja sudah sangat membahagiakan ibu kita. Bukan berarti meremehkan hanya member ucapan saja, karena memang kasih sayang kepada ibu tak bisa digantikan oleh hal apapun, hanya saja ketika kita merasa belum mampu memberikan sesuatu yang lebih untuk membahagiakan ibu kita, sebuah ucapan itu setidaknya menunjukkan perwujudan terima kasih dan bakti kita kepada ibu yang telah sepenuh hati merawat kita sampai sekarang.

Terasa sekali perbedaan ketika kita terbiasa bersama dengan ibu dan keluarga, kemudian kita berpisah tempat yang jauh, yang mengharuskan kita tidak tinggal bersama ibu kita. Gak ada lagi seseorang yang menyiapkan sarapan yang lezat, gak ada lagi seseorang yang menjadi tempat berkeluh kesah, dan gak bisa melihat langsung senyuman dari ibu. Begitu terasa perbedaan itu. Sekarang ketika kita berpisah jauh, kita hanya bisa berkomunikasi melalui telepon dan sms. Mumpung hari ibu ada baiknya kita memberi ucapan hari ibu kepada ibu kita semua, pasti ibu kita akan senang jika anaknya memberi ucapan kasih sayang itu. Tak lupa panjatkanlah selau doa untuk ibu dan juga bapak kita, doa yang selalu terkirim untuk beliau agar selau diberikan kesehatan seiring usia yang semakin bertambah, keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat, serta doa atas segala kebaikan ibu dan bapak selama ini. Selamat hari ibu untuk seluruh ibu sekalian, terima kasih banyak atas kasih sayang tanpa pamrih kepada anak-anaknya yang tak akan bisa tergantikan.

Yap mungkin postingan blog ini begitu singkat dan sangat kurang dibanding semua perasaan terima kasih atas kasih sayang yang ibu berikan. Semoga tulisan yang begitu singkat ini bisa mewakili sedikit dari banyak perasaan terima kasih kepada ibu, sekali lagi selamat hari Ibu ya Bu, makasih banyak udah membesarkan Yoppi sampai sekarang, atas doa yang selalu terpanjat untuk kesuksesan anaknya, yang ga kapok2 merawat anaknya yang ngeyel-ngeyel. Love you so much Mom.. (Wah sambil berkaca-kaca ni nulis blognya, kalau yang ini bukan karena bawang merah).

Thanks For This Month

Halo cah.. Akhirnya setelah melalui masa2 yg sulit (demam, hidung mampet, dan penyakit ecek2 lainnya) akhirnya aku bisa ngeblog lagi meskipun ga bisa mikir maksimal karena masih belum sembuh total.

Jiah kayak sakitnya parah aja, padahal kan cuma panas dalam sama flu. Biarin, malah penyakit yg ecek2 gitulah yg bikin ga konsen buat ngetik n mikir. Sedikit2 ingusnya meler, buat nelan ludah sakit, yg ada nanti isi blognya malah kebanyakan sentruupp, glekk, sroott, glekk.. dan suara2 menjijikkan lainnya. Sroott (tu kan..) >> Lanjuut Yop..

Unforgettable Story (Part 2)

Uda beberapa waktu ini gue ga ngeblog, vacuum sejenak. Mungkin karena males ngetik, sibuk, belum ada ide greget, yang ujung2nya cari alesan buat ga ngeblog. Okelah, kini aku mau meluangkan waktuku sesaat buat ngeblog ala kadarnya. Ala kadarnya?? Bukan2, jangan sampe gue ngeblog ala kadarnya, semuanya harus berbobot men.. So inilah posting blog terbaruku yg berbobot.

Oke kali ini gue mau mencurahkan apapun itu ttg perasaan gue tentang kisah si Caem. Hehe, lagi2 dia yg masuk episode ini. Biarin, tokoh utamanya juga Caem n Ireng, haks..

Flash back pada satu minggu yang lalu.. >> Lanjut Yop…

PERPISAHAN PADA SEBUAH KEBAHAGIAAN

16 Februari 2010.. Yeah, genap sudah menginjak tanggal 16 di bulan kedua ini, seorang bintang besar dan juga idola anak2 kalangan TK ini resmi menapaki usia baru. Yup, Aku alias Kapten Ireng alias Yoppi kini telah bertambah usia, cukup berat menyebutnya, 23 tahun.. Berat memang ketika memasuki tanggal kelahiran kita, segala sesuatunya menjadi bertambah, baik umur maupun juga tantangan hidup. Diusia yg kata anak2 TK aku uda tua ini memang butuh persiapan dan perbaikan diri yg lebih lagi, sudah bersiap untuk beranjak dari masa muda ke masa yg lebih matang, tentu juga perlu pendewasaan diri dari sesuatunya. Tapi apapun itu segala doa dan syukur juga pasti terucap di penambahan umur ini, masih diberi kesempatan untuk menjalani segalanya, masih diberi umur 23, dan tentunya berharap semuanya lebih baik dari sebelumnya.. Wuihh, mantap betul pembukaannya..

Aku mau cerita.. di hari pertama usia baru ini memang sedikit senang dengan bertambahnya umur, namun sebenarnya aku juga sedih, meninggalkan masa2 keemasan umur 20 tahun secara perlahan. Segalanya berjalan dan trus berjalan. Tapi inilah kehidupan, segalanya mesti berjalan lagi apapun yg terjadi, dan kita harus bisa bertahan menghadapi seleksi alam, dan jalan terus, oyeaahh, kita nyanyikan lagu Sheila on 7 berjudul Jalan Terus..

Sudah, sudah.. dipagi hari itu ya layaknya anak TK yg berulang tahun, aku menerima bnyak ucapan baik dari via sms, wall FB, bahkan dari koran juga aku dapat, tapi untuk ucapan dari koran kayaknya aku cuma mimpi. Banyak ucapan datang, baik dari orang tua, pacar, bahkan teman2.. Terimakasih banyak untuk ucapan dan doanya, semoga selalu menyertaiku menjalani kehidupan ini..Amin..

Pagi itu aku ke kampus utk revisi, alhamdulillah lancar dan kurang 1 dosen lagi yg belum tanda tangan untuk pengesahan karena habis melahirkan, tapi its oke lah.. Aku jalani hari itu seperti hari2 biasanya, bersama Caem pergi makan, kebetulan siang itu juga hujan lebat. Di satu sisi aku juga berpikir kalo ulang taun ini mgkin uda ga ada sebuah perayaan lagi karena yg lebih penting adalah perubahan dan doa untuk kedepannya (sebelum2nya juga jarang perayaan). Tapi sebenarnya aku juga kangen dengan ulang taun 2 tahun yg lalu yg dikerjai habis2an oleh teman2ku, ketawa bareng, ngumpul bareng.. huhu.. mengharukan sekali.. Oke, selese makan, ga sengaja bertemu dengan orang2 koplak lainnya, Lia dan Pamor (sutradaranya Lia, hehe, alias kekasih hati) berteduh dibawah jembatan Janti.

Oiya aku lupa menjelaskan, kalo kita berencana malam hari ini kita bakal ngadain acara perpisahan untuk salah satu sobat koplak kita, Silvia.. Dia bakal meninggalkan kota Jogja ini dan kembali ke kampung halaman, tanah Riau. Dan selanjutnya Lia sendiri besoknya juga pulkam, ke tanah kelahiran, Solo. Weleh.. Cedak men, ndadak perpisahan koe Yak, aku sms aja paling koe uda nyampe Jogja lagi, haha.. Tapi apa yg terjadi ini, semua orang bakal meninggalkan Jogja, pulang ke rumah dan asal masing2, aku bagaimana? (Baus jawab: po yo tak piker..) Oh no, aku ditinggal di kota ini sendiri, ketika mereka bakal pulang kampung. Yoweslah, jika segalanya akan seperti itu tapi aku yakin segala cerita indah, petualangan, senang, sedih, dan kekoplakan kita lainnya bakal melekat di ingatan kita, dan akan selalu terkenang.. wuihhh.. (aku juga gatau padahal suatu saat nanti di Jogja pa ga..)

Seusai hujan reda, dan berdialog dg Lia buat acara nanti malam (rencana: poto2 aja ci, ngumpul2 dimana geto), kami semua pulang dari jembatan itu, dan bersiap untuk acara perpisahan nanti malam. Smpai rumah, hujan lagi, makin lebat dan lebat..

Malam pun datang, uda mau jam 8 malam, hujan telah reda. Dan setelah dapet kabar dari Caem buat menjemput, aku bergegas untuk berganti kostum menuju kost Sil.. Baru berpikir mau pake baju apa, aku mendengar suara klakson motor dari luar rumah. Waduh jangan2 ada yg maling motor ku ni, lalu terdengar suara ketukan pintu dengan lebih keras lagi, aku makin mikir ini ada perampokan, trus aku dan ibuku menyelamatkan diri, ngumpet dibawah kolong, halah malah ngebanyol. Maksudnya aku denger suara klakson dan ketuk pintu, yaudahlah, aku bergegas ke ruang tamu untuk melihatnya. Aku buka grendel pintu dan ternyata.. Ohh screaaaamm.. ada beberapa sosok pnampakan, mengerikan bentuknya, aku pun pingsan.. Doeeng, bukan2.. Dan ternyata aku liat anak2 yg aku sebut cah2 koplakers diluar rumah, dengan membawa tart ulang taun.. Oh no, apa2 an ini? Kamera dari mana ini? Setidaknya aku berpikir seperti itu saat keluar.

Aku pun baru sadar kalo selama ini aku dibodohi, aku ditipu, mereka menjebakku, halah.. Ternyata yg tadinya berecana kumpul ditempat Sil, malah mereka datang kerumah memberi kejutan itu, ooh, aku jadi terharu.. tengkyu sobat..

Yup di dalangi oleh Lia dan Baus, Caem sebagai mata2, dan aktor2 lainnya seperti Topik, Helmi, Panji, Silvi, Pamor dan Atik (teman 1 kost Sil juga) mereka merencanakan itu, datang kerumah dengan kejutan dan tiba2.. Akhirnya prosesi tiup lilin dan potong kue pun berlangsung,dan kami tutup dengan makan bareng. Saya pribadi mengucapkan terimakasih kepada kalian2 semua atas kejutan dan perhatiannya, thanks a lot guys.. Aku seperti mengulang kembali perayaan 2 taun lalu, huhu..

Oke buat pembaca sekalian, kami persilahkan untuk mengambil minum atau makanan cemilan lainnya, ambil nafas juga boleh.. Cerita masih berlanjut..

Tak berhenti disitu, tadinya yg aku kira Sil balik ke Riau hanya sandiwara, namun ternyata memang sungguh nyata adanya, percayalah, percayalah.. Dan akhirnya rencana sebenarnya pun dimulai, poto2 dan kumpul bareng.. Memutari malioboro dan berhenti di 0 km yaitu Kantor Pos Pusat. Akhirnya geromboalan koplakers berhenti disitu dan semua pun beraksi, Helmi dan Panji kompak, mereka langsung mangkal, bergaya menghentikan mobil2 dengan melambaikan tangan, Baus pun tak mau kalah, dia bahkan menghentikan becak, namun malah ketabrak..haha, wes ahh malah nglantur lagi. Dan akhirnya malam itu kita habiskan dengan berfoto2 disitu, mgkin malam itu akan menjadi malam terakhir buat teman kami Silvi menikmati dinginnya Jogja namun selalu hangat bersama kekoplakan kita.. Kesedihan pun menjadi2 buat Sil dan teman2 lainnya, yang biasanya selalu bersama2 kini harus berpisah satu demi satu.. Tapi yakinlah, bahwa segala cerita indah itu tak akan hilang dan akan selalu terkenang dihati kita, juga nantinya akan menjadi cerita kebanggan buat anak cucu kita, oh to tuiitt..

Jam 12 malam pun ga kerasa, akhirnya setelah ketawa bareng dan ngumpul bareng, kami memutuskan utk pulang, mgkin emang berat buat Sil, tapi meskipun jauh dimato dekat dihati.. semangatlah kawan.. Paginya pun dia harus bersiap untuk terbang menuju Riau, untuk sahabatku Sil, selamat jalan.. semoga amal ibadah, huss kok malah jadi lelayu.. Bukan, maksudnya selamat jalan, selamat sampai tujuan, sukses selalu, dan jika dari kita sekalian pernah punya salah, mohon maafnya.. Meskipun kami tidak bisa mengantarkan kepergianmu, tapi kisah kita semua akan selalu mengiringimu, hahaha.. wes2 ojo do nangis..


Oke itu saja tentang episode kali ini, panjang memang, tapi semoga bisa menjadi kenangan juga yg tertuang di hati kita juga di blog Kapten Ireng ini.. Jolali kita2 Sil, kapan2 ngumpul meneh. Oiyo buat bocah2 yg uda dibela2in dateng kerumahku atas surprisenya, makasi byk ya, lope u all guys.. Aku seperti muda kembali..

NB: Sepertinya ada yg kelupaan, 1 hari setelah itu, Lia juga harus meninggalkan kota Jogja juga, wah bakal sepi ni.. Tapi, pesanku juga sama Yak, tapi dan tapi, koe ki kor cedak kok Yak, Solo wae.. jadi yo koyo ga berpisah jauh2, tak sms paling juga ada di Jogja lagi, hahahaa.. Tiati juga yo Yak, sesuk tak sms lagi, kamu masi ada 1 tanggungan lagi yg blum, ‘maen film’, perananmu wis siap menantimu..hehe.. Sekian.

UNFORGETTABLE STORY

Tau dong sama lagunya Untu alias Gigi yang berjudul 11 Januari? Pasti buat para teman Gigi alias fans Gigi uda pada hafal banget.. Kenapa harus 11 Januari ya? Kok nggak 30 Februari ato 17 Agustus gitu? Wah kalo itu mah mending tanya aja sama empunya lagu, kang Arman Maulana. Tapi kenapa juga blog di episode ini mengandung unsur 11 Januari juga? Nah ini baru bisa aku jawab..

Yup akhirnya pada 11 Januari kemarin aku dinobatkan sebagai seorang pengangguran, weits maksutnya aku telah menyelesaikan tugas terakhirku ditingkat perguruan tinggi ini. Akhirnya setelah melalui tekanan, ujian, dan semua tetek bengek yang sangat amat menyiksa baik lahir dan batin melalui skripsi, akhirnya aku bisa bernafas lega setelah ujian pendadaran aku lalui, ya setidaknya teman2ku ga bingung dan pusing lagi karena aku yang kebanyakan tanya dengan kata ‘piye?’.

Beruntung juga bisa ujian ditanggal yang menjadi favorit gara2 lagu Gigi tersebut.. Tapi sebenarnya menjadi beban juga, aku bisa2 dituntut sama kang Arman kalo aku gagal ujian pada tanggal itu. Alay.

Tapi syukurlah aku berhasil dan lancar pada ujian ini, berkat bantuan dan doa dari teman2 pula dan tentunya my parents dong. Thanks semuanya..
Aku bingung ni mau nulis apa, hmm flash back sedikit pada tanggal itu, ada juga sih kejadian koplak tentunya yang menyertai pendadaran ku ini, mulai dari sebelum ujian yang programnya jadi error, sampai pas sidang ada burung yang terbang seliweran di dalam ruangan, tenggorokan kering pas presentasi sampe2 dosen yg cekakakan gara2 ada dosen yang salah ngecat rambut, wehehehe..

Okay2, selepas dari semua itu, kini aku sedang mempersiapkan diri untuk wisuda akhir pekan nanti, meskipun badan jadi ga fit entah gara2 kehujanan ato mabok kopi yang terlalu pahit..(Us, koe yo mencret2 ra gara2 kopi ne?)

Tapi siapa bilang setelah pendadaran kamu bisa bersenang2? Ya memang sih sesaat setelah selesai pasti rasanya plong, tapi sebenernya cuma sesaat aja, kenapa gitu? Yak, kehidupan yang sebenarnya telah menanti kita, dan memang akan lebih berat nantinya segala tantangan yang ada. Bagaimana tidak, status pengangguran udah melekat dan mengganti status mahasiswa. Bukan hanya itu juga, sebenarnya berat juga meninggalkan kampus yang banyak memiliki kenangan2, bersama teman2 kita, ngumpul bareng2.. Rasanya masih tetap ingin berada pada masa itu, saat ngmpul2, saat semua masi pada lengkap baik tangan kaki maupun badan, halah. Wah aku bingung nulisnya, sedih juga rasanya. Satu demi satu teman2 kita bakal meninggalkan Jogja untuk melanjutkan mencari nafkah hidupnya, dan Jogja pun akan sepi, aku bakal hidup sebatang kara disini.. Oh nooo..

Sekarang:
Yup setelah melalui prosesi wisuda yang diadakan Sabtu kemarin ini, melalui tahap yang melelahkan, bagai di oven di dalam ruangan, duduk ga tenang, gerak sedikit dibacok, wuihh serem, tpi ga separah itu sih , emang disiksa apa ya.. Akhirnya aku resmi menjadi ‘pengangguran’. Di beberapa waktu berikutnya aku harus tetap melanjutkan hidup, dan rasanya memang sulit jika harus memulai dari nol.. Sebuah tahap hidup baru akan aku jalani, dunia kerja, dunia bisnis, bahkan dunia lain. Wah memang berat, aku tidak ingin meninggalkan masa-masa ini, bersama kalian, teman2 yang pernah bersama2 berjuang dikampus, sedih, senang kita bersama, masih teringat di pikiranku saat2 bersama kalian. Huwaa.. So sad.. Apa yang akan terjadi 10 atau 20 tahun mendatang? Wah ga kebayang muka2 kalian yang dulu culun2, trus berkumis, perut buncit, keriputan, punya anak yang koplak2 juga,, haha ga kebayang.. Tapi aku yakin bila suatu saat nanti kita telah berpisah, menjalani rintangan yang berbeda2, aku yakin kenangan2 dan cerita2 manis masa2 ini tak akan terlupakan, dan pasti akan terkenang dihati.. to tuitt.. Setidaknya kalian bisa liat kabar2ku dan update episode blog 10 tahun mendatang ‘Anakku lucu-lucu!!’ wahaha..

Dan itulah 11 Januari yang membawaku sampai saat ini, sebenarnya aku sedih menulis blog episode ini, berat dan penuh makna, namun memang sulit untuk menuangkan semua cerita yang kita jalani secara utuh, karena memang banyak ceritanya bisa2 blog ini ga cukup, dan akan menguras airmata kalau2 menulis cerita2 indah lainnya.. Dan mungkn saat kita telah jauh nanti, hanya foto2 lah yang mampu mengobati kerinduan akan semuanya, cerita konyol, lucu bersama kalian semua. Wah udahlah, aku jadi sedih dari tadi ngomyang melulu, intinya aku sedih jika meninggalkan saat-saat ini, sedih ditinggalkan kalian maupun meninggalkan kalian. Don’t forget me.. Lup u all sob..

NB: Aku juga sedih, uda jadi pengangguran alias diwisuda, tapi aku belum revisi, sial. Waktunya emang mepet, revisi revisi revisi.. Semangat!!