The Merantama Plus

Setahun lebih gue udah gak ngeblog, lama bingit sampe kaku jari2nya buat ngetik postingan. Dan udah setahun ini juga gue dipindah kerja ke tempat yang lebih ‘plosok’ di Koba. Mesti ditempuh dari tempat kerja yang lama selama 50 menit, ga lama sih tapi secara jarak cukup jauh cin, 58 km. Secara dengan jarak hampir 60 km dari Pangkalpinang ke Koba cuma ngabisin waktu 50 menit, lha jalannya sepi dan lancar, maklum jalanan kesana ga terlalu rame kayak di kota2 besar.

Sehari2 gue menuju tempat kerja yang baru ini via mobil L300 buluk, orang sini sih nyebutnya travel atau angkot. Saben harinya musti berangkat pagi2 ke tempat ngetem angkot2 ini. Pernah sih beberapa kali bawa motor ke Koba, tapi emang mending naek angkot sih biar bisa save tenaga juga.

Dari angkot2 yang sering gue tumpangin ini masing2 sopirnya punya karakter yang berbeda dalam pembawaannya. Gue kelompokkan sopir2 angkot ini ke dalam sebuah grup bernama The Merantama Plus, karena mereka berasal dari perusahaan angkot yang bernama Merantama dan perusahaan angkot lainnya. So, inilah karakter masing2 sopir tersebut.

1. Mr. Papa Bakabon
20131119_073738Anggota The Merantama Plus yang pertama ini gue namakan Mr. Papa Bakabon. Gue sebut seperti itu karena tiap liat wajahnya gue jadi inget film kartun Bakabon, dimana bapaknya Bakabon mirip dengan sopir yang satu ini. Mr. Papa Bakabon ini kalau bawa angkot ga terlalu ngebut, tapi dari segi kedisiplinan men-deliver penumpangnya masih kurang, pasti muter2 dulu buat nyari penumpang biar angkotnya penuh. Gue jarang numpang angkot Mr. Papa Bakabon ini, mungkin karena dia jarang terlihat karena terlalu lama mencari penumpang kali ya. Penilaian gue tentang sopir ini untuk kedisiplinan nilai 60, speed nilai 70, comfortable nilai 70, kegilaan mengendarai nilai 60.

 

2. Pak Tua (The old man)
DSC02124Personil kedua, Pak Tua, seperti namanya, sopir angkot yang satu ini adalah yang paling tua diantara personil band sopir lainnya, tentunya dengan wajah tuanya. Namun jangan salah, meski dia paling tua namun dari segi kecepatan mengendarainya cukup kencang dan sedikit ngawur, namun masih dalam batas yang aman. Nah kalau kekurangannya ada pada segi kenyamanan, karena Pak Tua ini sering memaksakan tumpangan melebihi batas, seharusnya kursi paling belakang untuk 3 orang namun diisi 4 orang, alhasil keluar dari angkot sesak nafas dan kram. Gue cukup sering naek angkot Pak Tua ini, dan cukup sering juga terjebak pada situasi 3 kursi untuk 4 orang tadi, sesek sesek dah, apalagi kalau sebelah badannya besar2. Penilaian gue untuk Pak Tua dari segi kedisiplinan nilai 70, speed nilai 75, comfortable nilai 58,5, kegilaan mengendarai nilai 65.

 

3. Si Koboi
Si KoboiSopir yang satu ini sering memakai topi koboi dalam keseharian mengendarai angkotnya, maka dari itu gue namakan dia Si Koboi. Dari segi kedisiplinannya dan men-deliver penumpangnya, Si Koboi cukup bagus, selalu pada antrian ngetem nomor satu sehingga paling sering gue tumpangi angkotnya. Namun untuk pengaturan kecepatan dan pengendalian mobil, Si Koboi kurang bagus karena laju angkot yang cepat tidak diimbangi dengan pengereman yang pas sehingga sering ngerem mendadak dan berakibat terbangun kaget saat tertidur di angkot. Nah untuk penilaiannya, dari segi kedisiplinan gue kasih nilai 85, speed nilai 82, comfortable nilai 80, kegilaan mengendarai nilai 70.

 

4. The Baby Face
DSC02108Dari personil lainnya, dia yang paling muda, bisa dibilang masih bocah atau mungkin karena wajahnya yang baby face tadi. Si Baby Face ini adalah satu2nya sopir yang bukan berasal dari perusahaan Merantama, itulah alasannya kenapa grup ini gue beri nama Plus dibelakangnya. Angkotnya pun berbeda dari yg lainnya, berwarna hijau dan lebih mungil ketimbang angkot lainnya. Kayak pepatah kecil-kecil cabe rawit, Si Baby Face ini kalo ngendarain angkot lumayan kenceng dan agak ngawur, mungkin karena masih ababil kali ya, jadi ga yakin Si Baby Face ini udah punya SIM belum ya. Namun dari segi kedisiplinannya, Si Baby Face cukup bagus dan jujur, perlu dicontoh nih buat sopir lainnya. Penilaian gue untuk Si Baby Face, kedisiplinan nilai 80, speed nilai 86, comfortable 70, kegilaan mengendarai 75.

 

5. Si Gila (Crazy Driver)
20131118_072316 The last personil, inilah dia Si Gila. Dari namanya saja sudah jelas gila sopir ini. Dengan klakson angkot yang berbunyi seperti klakson kereta kelinci, Si Gila ini terus2an pencet berkali2 tiap didepannya ada kendaraan. Meskipun umur Si Gila ini juga udah tua, laju kendaraannya pun ga kalah dengan mobil F1 di sirkuit, gue dan penumpang lainnya dibuat jantungan di dalam angkot. Mau jalanan menanjak atau menurun, Si Gila tetap pede dengan kecepatannya. Jika sudah sampai ke tujuan gue langsung sujud syukur dan guling2 saking senengnya. Kalo ga terpaksa, gue ga naik angkot Si Gila ini saking horornya. So untuk penilaiannya, dari kedisiplina gue nilai 80, speed nilai 93, comfortable 75, kegilaan mengendarai 98, super sekali.

Yes, I finished. Itulah tadi postingan gue tentang The Merantama Plus. Jadi pemenang untuk sopir paling gila tentu saja dan sudah pasti diraih oleh Si Gila. Manakah sopir favorit anda? Monggo dipilih sendiri.

Sekian posting blog kali ini, setelah setahun lebih vacuum. Ketemu lagi dipostingan selanjutnya. Chaoo..

Iklan

2 thoughts on “The Merantama Plus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s