Si Boss Gue Ituh…

MSB Mbak Kerani Boss gue itu mungkin bisa dikatakan mirip dengan boss yang diceritain Mbak Kerani di buku MSB-nya. Yah, meskipun sifatnya gak separah dengan Big Boss Mbak Kerani, tapi setidaknya Boss gue mirip dengan gambar ilustrasi di bukunya. Yang bedain cuma warna rambut dan kumisnya yang memutih. Kalau badan masih mirip lah, gemuk dan bulet kayak atlet sumo.

Boss gue, sebut saja Pak Boss, terkenal dengan pertanyaan nylenehnya ketika ada di dalam forum. Mulai dari pertanyaan yang sepele, sampai lawakan konyolnya. Selain itu, Pak Boss juga termasuk orang yang super pede. Saking pedenya, bikin orang-orang disekitarnya geleng-geleng kepala. Untung gak sampai kejang-kejang.

Kepedean yang sering Pak Boss tunjukkan adalah ketika karaokean.
Kantor gue kebetulan ada mesin karaoke di ruang aula, dan sering dipake pegawai kalau udah sore dan gak ada kerjaan. Nah, Pak Boss ini juga gak mau kalah, ikutan karaoke dengan lagu andalan, ‘Ayah’ yang dipopulerkan Rinto Harahap. Tiap kali Pak Boss nyanyi, yang terjadi adalah peserta karaoke lainnya nahan ketawa. Pak Boss ini, kalau nyanyi temponya ga pernah pas, harusnya udah sampai angka 5, dia baru sampai angka 1. Jadi ya gitu deh, tapi karena Pak Boss super pede, dia lanjutin tuh lagu sampai bubar, malah diulang lagi dengan lagu yang sama. (Peserta karaoke lainnya pada mimisan di kuping).

Selain kedua hal tadi, Pak Boss sifatnya kadang kayak anak kecil.
Udah beberapa minggu ini, kantor gue ngadain kajian Quran tiap Selasa sore. Sore kemarin adalah kajian Quran yang kesekian kalinya. Di kajian Quran tersebut, ada sesi dimana yang dateng dites baca huruf arab yang udah diajarin. Si Ustadz memanggil satu-satu nama dari pegawai yang dateng, trus dipandu untuk membaca huruf-huruf arab.

Si Ustadz manggilnya urut dari daftar absensi pegawai yang dateng. Setelah 1 kali putaran semua pegawai yang dating dipanggil, ada yang aneh dan mengganjal. Pak Boss kok gak dipanggil-panggil? Pada putaran kedua, barulah Pak Ustadz sadar, kalau Pak Boss belum dipanggil untuk baca huruf arab. Setelah dicek di daftar absensi, ternyata Pak Boss gak ngisiin namanya di situ. Sengaja kali ya biar gak dipanggil buat baca. (Pegawai lainnya pada ketawa guling-guling).

Ealah Pak Boss, segitunya banget pake gak nulis nama biar gak dipanggil. Pake trik lainnya dong, pas giliran disuruh baca, bilang aja perutnya mules mau ke toliet, atau lidahnya tiba-tiba keseleo gitu. Beres kan..?

Iklan

6 thoughts on “Si Boss Gue Ituh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s