Pelajaran Bahasa

mumet bahasa

Udah hampir setahun gue merantau untuk kerja di bumi Laskar Pelangi, dan kosakata bahasa daerah sini udah lumayan banyak gue ngerti, paling gak kalo ditanya orang lokal bisa ngejawabnya.

Siang hari pas pesen makan siang bareng Aan di warung nasi Padang (awal-awal tinggal di Bangka).

Gue : Mbak pesen nasi Padang lauk ayam, dimakan disini.
Mbak Penjual : Berape ikok? (Logat Bangka medok)
Gue dan Aan : (Bengong pandang-pandangan) Ikok apaan ya?
Mbak Penjual : ..? Jadi mau pesen berapa? (Akhirnya dia pakai Bahasa Indonesia, mungkin ngerti kalo kita perantau).
Gue : Ow, dua saja Mbak.
Mbak Penjual : Aok (Iya), due ikok ok.
Aan : Dua jadi due, kayak orang Jakarte aje ye, semue-semue berubah jadi ‘E’.

Setelah mencoba menguping perbincangan orang-orang disekitar yang lagi makan, yang notabene juga orang lokal, ternyata ‘ikok’ itu semacam kata tambahan yang menekankan jumlah, seperti dua buah, dua lembar. Jadi kalo orang sini, kena tambahan ikok, kalo satu jadi sikok, due jadi due ikok, tiga jadi tige ikok dan seterusnya. Dan tadinya angka berakhiran huruf ‘A’ berubah jadi ‘E’, tapi cuma angka dua, tiga, lima aja. Satu lagi, ‘aok’ itu artinya ‘iya’ kalo orang sini bilang. Owwww..

Bahasa Bangka itu emang mirip seperti Bahasa Betawi yang rata-rata akhirannya berubah jadi ‘E’ tapi Bahasa Bangka campur logat Melayu juga, jadi ya gitu deh bahasanya. Ribetnya lagi, kalau orang sini yang tinggal lebih pelosok, bahasa daerahnya lebih rumit lagi dan susah dimengerti, apalagi kalau ngomongnya cepet banget, paling gue cuma ngeliatin sambil ndomblong, pas ditanya balik bingung mau jawab apa.

Setelah cukup mengerti Bahasa Bangka, gue coba bercakap dengan penjaga laundry.

Gue : Bang, ku nak laundry ok. (Bang, aku mau laundry ya)
Penjaga Laundry : Aok, ku timbang dulu ok. Ikak mau yang berape hari? (Iya, aku timbang dulu ya. Kamu mau yang berapa hari?)
Gue : Tige hari bai Bang, yang agak murah. Jam 9 pagi lah buka ok? (Tiga hari aja Bang. Jam 9 pagi udah buka ya?)
Penjaga Laundry : Aoklah. Tige hari agik kesini bai. (Iya. Tiga hari lagi kesini aja)

Si penjaga laundry liatin motor gue, lebih tepatnya plat nomor gue (plat AB).

Penjaga Laundry : Lho Kang, Nyogjone endi? (Medok Jawanya keluar)
Gue : Lho sampeyan seko Jowo juga to?
Penjaga Laundry : Lha iyo to, jebul podo-podo wong Jowo to..

Gue  – – – – > Ealah, sirna sudah kamus Bahasa Bangka gue. Sudah susah payah, berkeringat dan keram lidah ngomong Bahasa Bangka ternyata orang Jawa yang diajak ngobrol.

Iklan

2 thoughts on “Pelajaran Bahasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s