Pada Pencarian Kerja itu..

Hai girl, aye mau ngeblog lagi nih.. Semoge ga pada bosen ye ketemu ama aye, ya mo gimana lagi kan ini juga blog aye, jadi ya mau ga mau ya ketemu ama aye mulu. Stop,kenape logatnye pake betawi yee..

Action!!

Oke, pada postingan kali ini aku mau sharing tentang pengalaman pencarian kerja yang begitu susah di dunia ini, apalagi di akhirat. Suka duka mencari kerja, mulai dari ditendang keluar sama pemberi kerja sampai diludahi juga, aih tapi nggak separah itu juga kali. Apa aja itu? Yook kita simak liputan berikut..

#Scenario 1
Pada sebuah interview awal di perusahaan alat berat dan kebetulan pewawancaranya juga termasuk golongan kelas berat, aku diwawancara tentang masa2 kuliahku. Mulai dari pengalaman gabung organisasi kampus sampai menjual diri untuk memenuhi kebutuhan hidup aku ceritakan. Eh yang terakhir cuma bercanda. Sampai akhirnya si pewawancara, sebut saja Mr. X bertanya tentang hobi.

Mr. X : Apa hobi kamu?
Aku : Hmm, bersolek, bergincu eh bukan maksud saya bernyanyi Pak.
Mr. X : Wah coba tunjukkan bakat menyanyi kamu.. (Tiba2 suasana seperti di audisi Indonesian Idol)
Aku : Se..serius pak??

Akhirnya aku harus menyanyi sambil sempat berpikir, kalau nanti ketrima, aku bakal dijadiin guru vokal kali ya? Karena nggak ada persiapan akhirnya aku menyanyikan lagu yang lagi booming, Peterpan-Menghapus Jejakmu dan sekaligus menghapus lirikmu karena pada saat nyanyi aku lupa lirik saking groginya.

Akhirnya aku lolos pada kesempatan itu, dan tiket ke Jakarta diberikan oleh Mas Anang, ohh Alhamdulillah. Lho kok malah Indonesian Idol lagi. Yah intinya setelah tes itu aku lolos tes berikutnya, namun pada tes selanjutnya aku gagal, karena kalah berdiskusi kelompok dengan Agnes Monicah dan Ahmad Dendeng.

Kesimpulannya: Pada tes kerja ga melulu pertanyaannya tentang pengalaman kuliah atau kerja, bisa aja praktek hobimu. Mungkin jika aku hobi masak, bisa jadi langsung diminta praktek memasak seperti Master Chef. Okey, Case Closed!

#Scenario 2
Setelah berjuang 7 hari 7 malam menuju tempat interview kerja yang cukup jauh, ga ding semalam maksudnya, akhirnya kesempatan wawancara kerja siap aku jalani lagi. Namun siapa sangka ketika waktu menunjukkan jam 9 dan wawancara mulai jam 10, aku lupa satu hal. Apa itu? Aku lupa membawa baju kerja untuk interview, oh noo..

Selama menuju kota wawancara aku cuma membawa baju ganti tanpa ada kemeja. Mungkin nggak aku wawancara dengan kaos dalam? Atau aku harus belanja ke pasar membeli baju kerja? Wah nggak mungkin, waktu udah mepet. Untung saja ada teman yang selalu bisa direpotkan oleh cecunguk sepertiku. Sang teman pun meminjamiku baju. Woooee, tepuk tangann..

Tapi karena dia juga anak kos yang lagi mudik, jadi baju2nya dibawa ke kos2an, alhasil yang ada di rumahnya cuma baju batik lengan panjang dengan bahan sutera dan jika dipakai,orang2 langsung mengira aku Pak RT yang siap memberi ceramah. Tapi apa boleh buat, dari pada batal interview karena nggak ada baju, akhirnya aku pakai baju kondangan itu.

Tapi siapa sangka, wawancara yang dikepung dengan 4 sampai 5 penanya bisa berjalan lancar dan aku lolos untuk tahap berikutnya. Tapi lagi2 pada tahap selanjutnya aku gagal, mungkin karena nggak menggunakan baju kondangan lagi.

Kesimpulannya: Baju batik kondangan ternyata bisa berpengaruh juga saat interview ya, mungkin si penanya melihat kita jadi segan, mungkin dia berkata dalam hati “Wah pak RT ini sudah tua tapi masih semangat nyari kerja”, akhirnya diterima deh. Jadi buat kamu yang mau interview kerja, nggak ada salahnya pakai baju batik kondangan, jangan lupa amplop sumbangannya ya. Oke, Case closed.

#Scenario 3
Hmm, aku lupa untuk skenario 3, kita lanjut dulu ke skenario 4 saja..

#Scenario 4
Seolah ingin membuang sial karena sering gagal pada pencarian kerja sebelumnya, aku memutuskan untuk membeli baju baru untuk tes interview besoknya. Setelah mencari kesana-kemari akhirnya kudapatkan baju pilihan yang cocok untuk interview dengan motif bunga2 dan totol2 polkadot, wow unyu sekali.

Keesokan harinya dengan dandanan mlipit, rambut klimis dan parfum minyak nyong2, aku siap berangkat untuk interview kerja. Sesampainya ditempat wawancara, aku menyiapkan mental ku untuk cuap2 di depan pewawancara. Nggak lupa juga ngecek dari atas ke bawah, belahan rambut udah bener, kancing baju udah oke, dasi udah rapi, resleting celana udah ketutup, tali BH udah pas eh maksudnya tali sepatu. Tinggal semprot mulut pakai baygon pengharum mulut. Oke semangat 45, Son Goku siap melawan Pasukan Ginyu!

Pertanyaan demi pertanyaan pun mulai digencarkan, meskipun agak aneh jawabannya tapi aku mampu menjawabnya. Sampai pada pertengahan wawancara, entah karena aku terlalu fokus dengan pertanyaannya atau karena nggak terlalu memperhatikan pewawancara, aku baru sadar kalau baju yang aku pakai dengan salah satu pewawancaranya sama. Doeeeng!! Sedikit grogi, mati gaya dan agak terdiam dengan hal tersebut. ‘Waduh kenapa juga baju baru dibeli semalam bisa sama dengan baju orang itu?’ Untung saja aku tercengang cuma sebentar, setelahnya aku lancar menjawab pertanyaan. Untung bukan pertanyaan, ‘Mas semalem beli baju dimana?’ Haha, jangan2 ini bapak belinya ditempat yang sama aku beli. Tapi untunglah, entah nasib atau karena faktor baju yang sama tadi, aku lolos untuk wawancara itu dan diterima.

Kesimpulannya: Jika ada acara pertemuan, kondangan, atau wawancara seperti itu, jangan beli baju ditempat obral2 atau yang punya stok sama yang banyak, karena bisa berakibat seperti tadi. Namun jika saat wawancara sudah terlanjur pakai baju yang sama, jangan panik, tetap fokus, barang kali itu pertanda kamu akan lolos pada tes tersebut. Oke,case closed!

Oke girl, itulah akhir dari liputanku tentang tema pencarian kerja, pegimana? Lumayan kan dapat secuil pengalaman lain dibalik ‘nyari kerja’. Semoga bisa menambah wawasan dan pengalaman kalian yaa.. Aye tutup aje dah liputan kali ini, sampai ketemu lagi di liputan dan postingan blog berikutnya yee.. Yuk dada bai bai..

Iklan

2 thoughts on “Pada Pencarian Kerja itu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s