Beda Daerah Beda Tradisi

Prolog: (Liat posting date terakhir) Ha? Nggak mungkin, apa yg terjadi? Kenapa, kenapa? Kok bisa dalam satu tahun ini aku baru posting blog 2x? Kemana aja nih gue? (Tanpa salto dan tanpa bilang Wow).
Yasudahlah, gagal rencanaku untuk ngeblog seribu posting dalam setahun.

Kembali lagi gue hadir di blog yang hampir ditutup oleh Depkominfo ini, oiya Selamat Hari Raya Idul Adha 1433 Hijriah yaa, semoga dengan berkurban hati kita bisa lebih bersih, ikhlas dan teman-temannya. Sengaja nih gue posting blog di saat Lebaran Haji yang mana Idul Adha kali ini emang cukup berbeda nuansanya dengan Idul Adha tahun-tahun sebelumnya. Mulai dari penyembelihan hewan kurban sampai dengan tradisi berbeda di tanah pelancong.

Sempat terjadi negosiasi antara aku dan sapi saat akan dilakukan penyembelihan. Si sapi mencoba memberiku tawaran yang menggoda hanya agar dia terbebas untuk disembelih. Dia akan memberikan pakan ternak untukku yang ngga habis 7 turunan dan bahkan dia akan memberikan 3 anak gadisnya untukku sebagai istri. Untung pendirianku nggak goyah dan tergoda akan rayuan si sapi. Siapa yang bego, aku atau sapinya? Dikira aku ini sapi apa ya..

Ini adalah kali kedua ku Lebaran Haji tidak di kampung halaman. Namun ini adalah kali pertamaku mengalami nuansa Idul Adha yang berbeda dari sebelumnya. Kali ini aku lebaran di Pulau Bangka tepatnya di Pangkalpinang. Ternyata perayaan Idul Qurban disini bisa sampai beberapa hari dan begitu ramai, bisa dibilang mirip dengan Lebaran Idul Fitri, karena banyak orang saling berkunjung ke rumah-rumah untuk bersilaturahmi, persis seperti nuansa Idul Fitri. Kalau di Jawa dan selama aku merayakan Idul Adha, hanya menyembelih hewan kurban kemudian memasaknya, namun disini selain hal tersebut juga ada tradisi saling mengunjungi ke rumah-rumah tetangga, rekan, saudara, sehingga begitu ramai.

Namanya juga anak kos, aku memanfaatkannya juga untuk berkunjung ke rumah2 pegawai, selain bersilaturahmi juga biar bisa makan gratis, wakaka, ketahuan deh akal bulus anak kos. Namun begitulah disini, di hari pertama Idul Adha toko-toko banyak yang tutup, hampir susah mencari toko yang buka so untuk anak kos harus sedia mie instan sebelum toko tutup.

So inilah ceritaku di Idul Adha, mana ceritamu? Ternyata berbeda daerah berbeda pula tradisinya, tapi kita nikmati saja suasana ini, menambah pengalaman, cerita anak cucu dan juga posting blog, hahaha.. Yasudahlah, sekian posting blog #3 tahun ini, miris sekali. Bye

Iklan

One thought on “Beda Daerah Beda Tradisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s