Capiozzo Match Day 2 Review

Pertandingan kedua lanjutan Liga Teplon binti Teplok kali ini, Capiozzo Kombinasi menjamu tim junior U 13 (Bahasa kuliahnya, adik kelas yg selisih 1 tahun) yaitu Ibnu FC. Bermain di kandang sendiri yaitu Pelle Stadium, Capiozzo Kombinasi hanya menurunkan 8 pemain saja, itu sudah dengan pemain tambahan pinjaman dari Rico FC. “Lha kok dikit banget Cuma 8 orang??” Yah lantaran beberapa pemain sedang menjalanakan pertandingan berkelas, jadinya pertandingan futsal kali itu Cuma 8 orang saja tim Capiozzo Kombinasi. “Lho, berarti Liga Telon binti Teplok ini ga berkelas dong??” Yaiyalah, pancen, namanya juga liga iseng, jadi cuma butuh modal patungan bayar lapangan, berkisar 10-15 ribu. “Wah berarti pemainnya kere-kere semua ya??” Asemik, ni yang tanya malah ngece2 wae, hush hushh.

Menurunkan 8 pemainnya yaitu aku, Wahyu, Baus, Topik, Helmi, Suluh, Rico, dan Yoga, kita sukses mengatasi tekanan lawan dengan formasi 4-4-2. Lho pemainnya aja cuma 5, formasinya 4-4-2. Bukan ini artinya, 4 pemain bermain plus 1 kiper, setengah babak jam 4 sore, trus kita bermain 2 jam, begitu. Meskipun beberapa pemain datang terlambat, seperti Suluh yg dengan muka lusuh seperti bangun tidur, tapi dengan muka sumringah, tangan kanan merapikan rambut dan tangan kiri menggaruk-garuk anunya, eh maksudnya menggaruk-garuk teman sebelahnya (waktu itu di sebelahnya Helmi), lho bukan2, maksudnya menggaruk tangannya sendiri. Lha kok malah menghadirkan gosip2 yg ditunggu sih, haha. Namun keterlambatan itu ga mempengaruhi performa Capiozzo untuk memainkan permainan cantiknya (Capiozzo ki lanang wedok to?).

Menggunakan squad pertama aku, Baus, Rico, Wahyu dan Yoga sebagai kiper, kita mampu meredam dan unggul lebih dulu. Pergantian pemain pun dilakukan namun ga mengurangi ambisi Capiozzo untuk menambah gol, mungkin sebagai pelampiasan yg minggu lalu kalah tipis. Hingga akhirnya pertandingan berakhir, Capiozzo jauh unggul dengan skor kira-kira 29-19, serem nian.

Itulah penutup Liga Tepon binti Teplok tahun ini, dan liga akan libur sementara karena Natal dan Tahun Baru, padahal jumlah pertandingannya cuma 4 kali tapi butuh waktu 1 tahun, liga yang koplak. Baiklah meskipun begitu, pertandingan yg membabi buta kemarin ada sisi negatifnya, karena beberapa pemain mengalami cidera dan harus melakukan penyembuhan terapi. Seperti Yoga yg kelingkingnya keseleo karena menepis bola (kuat sekali dia, menepis bola hanya dengan kelingking) so dia harus menjalani terapi Sangkal Putung. Sama dengan Baus yg menggantikan yoga juga masih menjalani terapi Sangkal Putung 2 karena tangannya yg masih njarem2. Aku juga harus menyembuhkan keselo kaki kiri yang dari kemarin ga sembuh2. Serta Suluh yg harus menjalankan terapi psikiater, lho sori, ni ga ada hubungannya Luh, hehe, piss. Baiklah demikian live report dari Gelora Bung Kusan, nantikan match berikutnya. Bravo Sepak Bola Teplon binti Teplok!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s